GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat koordinasi lintas agama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kedua hari besar keagamaan tersebut dapat berlangsung aman, khidmat, dan tetap menjaga keharmonisan masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama para perwakilan majelis agama di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Rabu, 11 Maret 2026.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama ini membahas langkah-langkah menjaga suasana kondusif selama perayaan Nyepi dan Idulfitri.
Koster menegaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan penuh kekhidmatan.
“Pembahasan utama adalah bagaimana pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri dapat berjalan dengan khidmat, aman, nyaman, serta tetap menjaga kondusivitas di masyarakat,” ujar Koster.
Menurutnya, seluruh majelis agama yang hadir sepakat untuk terus menjaga semangat toleransi dan kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Bali.
Ia juga menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama agar kedua perayaan tersebut dapat berlangsung tanpa kendala.
Terkait kepastian tanggal Idulfitri, Koster menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat melalui sidang isbat.
“Kita masih menunggu keputusan resmi dari sidang isbat. Jadi kita tunggu saja hasilnya nanti,” katanya.
Ia menambahkan bahwa seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan kegiatan takbiran yang telah disepakati sebelumnya tetap berlaku dan menjadi pedoman bersama bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Bali, Abdul Aziz, menilai masyarakat tidak perlu khawatir dengan beredarnya isu mengenai irisan waktu antara Nyepi dan Idulfitri.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru bagi masyarakat Bali yang selama ini telah terbiasa hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati.
Abdul Aziz juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh perdebatan yang berkembang di media sosial yang berpotensi memicu kesalahpahaman.
Ia mengajak umat Islam untuk menyesuaikan pelaksanaan ibadah dengan kondisi yang ada, misalnya dengan melaksanakan tarawih atau takbiran secara sederhana dan tetap memperhatikan situasi lingkungan sekitar.
“Yang penting bagaimana menjaga keharmonisan bersama. Selama ini masyarakat Bali sudah sangat dewasa dalam menjaga toleransi,” ujarnya.
Dengan adanya koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap perayaan Nyepi maupun Idulfitri dapat berjalan lancar, aman, dan tetap memperkuat nilai-nilai kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.(ism/gb)


