GATRABALI.COM, DENPASAR – Memasuki usia ke-64 tahun, Bank BPD Bali mendapat apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas ekonomi Bali.
Namun di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin kompetitif, Bank BPD Bali juga didorong untuk terus bertransformasi agar mampu menjadi lembaga keuangan daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memberikan arahan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Bank BPD Bali yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Koster, penguatan sistem dan tata kelola menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan lembaga keuangan. Dengan pemanfaatan data yang baik dan sistem yang terus diperbarui, proses pengelolaan keuangan akan semakin efektif serta mampu mendukung pembangunan Bali secara optimal.
Ia menilai keberhasilan sebuah bank tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari kemampuannya membangun kolaborasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Menumbuhkan satu kesadaran kolektif, membangun kekuatan kolektif sehingga mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak lain di luar Bank BPD Bali menjadi salah satu sistem yang dimiliki Bank BPD Bali untuk mengepakkan sayap secara seimbang dan bersinergi,” kata Gubernur Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Koster menegaskan bahwa Bank BPD Bali harus mampu tampil sebagai bank daerah yang kuat, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain menjadi lembaga keuangan yang sehat, Bank BPD Bali juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Bali.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia memaparkan enam langkah penguatan yang perlu dilakukan secara bertahap. Pertama, memperkuat permodalan dengan meningkatkan modal inti dari sekitar Rp5,8 triliun menjadi di atas Rp6 triliun, sekaligus mendorong peningkatan modal setor dari para pemegang saham.
Langkah berikutnya adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan struktur organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan layanan berbasis teknologi digital.
Selain itu, Koster juga mendorong Bank BPD Bali melakukan pembaruan identitas atau rebranding dengan tetap berlandaskan filosofi dan nilai-nilai budaya Bali. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat karakter sekaligus meningkatkan daya saing di tengah industri perbankan yang terus berkembang.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan kinerja internal maupun eksternal agar operasional perusahaan semakin efisien, produktif, dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat Bali.
Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Bank BPD Bali diharapkan mengambil peran lebih besar dalam mendukung implementasi Ekonomi Kerthi Bali melalui penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas, seperti pertanian, peternakan, kelautan, perikanan, industri manufaktur, IKM, UMKM, koperasi, ekonomi kreatif dan digital, hingga sektor pariwisata.
Selain itu, Koster menilai Bank BPD Bali harus terus memperkuat kedekatannya dengan masyarakat melalui dukungan terhadap implementasi nilai-nilai Sad Kerthi serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Bali Dwipa Jaya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif. Total aset Bank BPD Bali tercatat tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,117 triliun.
Tak hanya itu, penyaluran kredit kepada sektor UMKM juga mengalami pertumbuhan lebih dari 11 persen, jauh melampaui pertumbuhan UMKM secara nasional yang berada di kisaran 1 persen.
Melalui tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas”, Bank BPD Bali berkomitmen memperkuat kolaborasi seluruh jajaran perusahaan dalam mendukung pembangunan Bali. Dengan jaringan yang terdiri dari 17 kantor cabang, termasuk di Mataram, serta 38 kantor cabang pembantu, Bank BPD Bali optimistis dapat terus meningkatkan layanan dan kontribusinya bagi masyarakat.





