GATRABALI.COM, BADUNG – Suasana berbeda hadir di 69 Bar & Resto, Grand Istana Rama Hotel, Kamis, 4 September 2025 malam.
Event Bar Takeover ini menonjolkan pesona minuman tradisional khas Bali, Arak dan Brem Dewi Sri, yang dikreasikan dalam balutan modern oleh Oming Arlin, Brand Ambassador Arak & Brem Bali Dewi Sri.
Arlin menyajikan dua koktail spesial, yakni Balinese Sakura dan Brown Rice, dengan memadukan bahan-bahan lokal pilihan.
“Malam ini saya buat dua koktail, yang pertama Balinese Sakura dengan Arak Dewi Sri dan homemade Jasmine Sakura Botanical Water. Yang kedua Brown Rice dengan Arak Dewi Sri, brown liquor, cinnamon syrup, serta lemon juice. Semua memakai produk lokal, dan saya bangga bisa memperkenalkannya,” ungkapnya.
Event ini mendapat sambutan hangat dari pihak hotel. Putu Robby Rudita, Food & Beverage Manager Grand Istana Rama Hotel, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan malam, tetapi juga misi untuk mengangkat citra produk lokal Bali.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya mengenal, tetapi juga merasakan kualitas produk Bali. Harapannya, mereka bisa membantu mempromosikan secara word of mouth ke komunitas, keluarga, maupun rekan mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Bar Takeover di 69 Bar & Resto juga sempat berkolaborasi dengan produk spirit lokal, termasuk dari cerutu Pranada Bali. Kali ini, dukungan datang jug dari Arak Dewi Sri, Squish, dan Coca-Cola. Ke depan, penyelenggara berharap bisa menghadirkan soda lokal sebagai alternatif pelengkap koktail.
Arak Dewi Sri kini telah diakui secara internasional sebagai spirit nomor tujuh dunia, sejajar dengan vodka, gin, dan whisky. Namun, promosi masih perlu diperluas agar gaungnya terdengar lebih jauh dari Bali dan Indonesia.
Menurut Robby, dukungan pemerintah Bali dalam memperkuat brand Arak sangat penting, terutama dengan menekankan konsumsi yang bijak.
“Dengan kolaborasi masyarakat, pelaku usaha, dan media, kita bisa terus berkreasi untuk memperjuangkan produk Bali, apapun tantangan sosial, ekonomi, maupun politik yang dihadapi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketut Darmayasa, General Manager Grand Istana Rama Hotel. Menurutnya, arak memiliki nilai budaya yang tak kalah dengan minuman tradisional negara lain.
“Arak adalah bagian dari warisan Bali, sejajar dengan sake dari Jepang. Lewat acara ini kami berharap wisatawan tidak hanya menikmati hiburan malam, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi Bali,” katanya.
Event Bar Takeover Arak Bali di 69 Bar & Resto ini pun menjadi bukti bahwa minuman tradisional bisa tampil modern, elegan, dan mendunia tanpa kehilangan jati dirinya. (gus/gb)





