GATRABALI.COM, DENPASAR – Bedah buku Manajemen Perilaku: Cara Cerdas Menata Perilaku Sosial Masyarakat dan Lingkungan karya Prof. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, FINASIM menjadi salah satu rangkaian Grand Launching Fakultas Kedokteran Universitas Bali Internasional (UNBI) yang digelar di Aula UNBI University, Senin (21/9/2026).
Dalam pemaparannya, Prof. Putu Moda Arsana menegaskan bahwa perilaku merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap tenaga kesehatan karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, kita harus berperilaku yang baik. Dalam keilmuan, terdapat empat tingkatan yang muncul dari kompetensi. Yang paling dasar adalah value, di atasnya adalah attitude, dan yang paling atas adalah knowledge serta skill,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang baik akan membentuk sikap, yang selanjutnya memengaruhi cara seseorang menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan, komunikasi menjadi perilaku pertama yang wajib dikuasai tenaga kesehatan saat berhadapan dengan pasien. Komunikasi tersebut tidak hanya melalui bahasa verbal, tetapi juga bahasa tubuh yang mencerminkan nilai-nilai yang dianut seseorang.
Prof. Moda memperkenalkan konsep REACH sebagai dasar komunikasi yang baik, yakni Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble.
“Respect berarti memperlakukan pasien sebagaimana kita ingin diperlakukan, sementara empati berarti memahami bahwa pasien sedang menghadapi masalah,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi harus dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami pasien dan tidak dilakukan sambil terdistraksi. Sikap rendah hati juga perlu diwujudkan melalui penerapan 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Selain komunikasi, tenaga kesehatan juga dituntut untuk berperilaku profesional sesuai kompetensi yang dimiliki. Menurutnya, profesionalisme berarti mengerjakan sesuatu berdasarkan kemampuan yang dimiliki, termasuk mengetahui kapan harus merujuk pasien dan kapan tidak perlu melakukannya.
“Sebagai seorang profesional, aturan kompetensi tersebut harus dipatuhi,” ujarnya.
Prof. Moda menegaskan bahwa dokter dan tenaga kesehatan menerima kepercayaan dari pasien untuk membantu proses penyembuhan. Karena itu, pasien tidak boleh dipandang sebagai objek, baik objek ekonomi maupun objek lainnya.
“Perilaku dokter tidak boleh menjadikan pasien sebagai objek, baik objek ekonomi maupun objek lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., menilai buku Manajemen Perilaku memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan Fakultas Kedokteran yang baru diluncurkan.
“Mengenai bedah buku manajemen perilaku ini saya rasa sangat menarik terutama untuk kita praktisi karena manajemen perilaku itu terutama dalam dunia pendidikan, kesehatan, bisnis dan lainnya yang akan memberikan pada kita bagaimana kita melakukan perubahan perilaku tanpa menyebabkan mereka merasa dihakimi,” katanya.
Menurut Made Bakta, pemahaman mengenai manajemen perilaku akan sangat berguna dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Fakultas Kedokteran UNBI.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. Ia mengatakan kompetensi seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap yang ditunjukkan dalam menjalankan profesinya.
“Mengenai bedah buku manajemen perilaku yang kita ikuti sangat penting karena seseorang yang kompeten itu harus memiliki kompetensi yang ada tiga ranah di dalamnya, yaitu knowledge, skill, dan attitude,” ujarnya.
Prof. Moda menilai bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehadiran Fakultas Kedokteran UNBI yang baru dibuka. Menurutnya, membentuk budaya dan perilaku sejak awal akan lebih mudah dibanding mengubah perilaku yang sudah terbentuk.
“Mumpung fakultas ini belum berjalan dan baru akan menerima murid, buku ini dapat dijadikan sebagai bacaan wajib, baik bagi para dosen, tenaga pendidik, maupun para mahasiswa,” katanya.(ri/gatrabali)


