GATRABALI.COM, DENPASAR – Universitas Bali Internasional (UNBI) menggelar Pembekalan dan Penyerahan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode IX Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Universitas Bali Internasional, Jumat (17/7/2026).
Ketua Panitia KKN-PPM, I Nyoman Adikarya Nugraha, S.Kep., Ns., MPH., mengatakan jumlah peserta KKN tahun ini menjadi yang terbanyak dibandingkan periode sebelumnya, yakni mencapai 353 mahasiswa yang akan ditempatkan di 15 desa pada lima kecamatan di tiga kabupaten.
“Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN periode ini merupakan yang terbanyak dibandingkan sebelumnya, yakni sebanyak 353 mahasiswa yang ditempatkan di lima kecamatan dan 15 desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Gianyar mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Desa Keliki, Tegalalang, Taro, Bukian, Pupuan dan Kerta. Sementara di Kabupaten Badung, lokasi KKN berada di Desa Belok/Sidan, Sulangai, Petang, Carangsari di Kecamatan Petang, serta Desa Sangeh di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan di Kabupaten Tabanan meliputi Desa Cau Belayu, Perean Kangin, Tua, Baru dan Petiga.
Menurutnya, mahasiswa dibagi ke dalam 15 kelompok yang masing-masing beranggotakan 20 hingga 22 orang. Selain menyusun program kerja berdasarkan hasil observasi dan potensi desa masing-masing, mahasiswa juga akan menjalankan program kerja terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi Bali.
“Program kerja tersebut mencakup penanggulangan bencana, kemiskinan, stunting serta permasalahan sampah. Kami berharap KKN ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga mahasiswa itu sendiri,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., menegaskan bahwa KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar memahami berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat sekaligus mengasah kemampuan dalam mencari solusi.
“Camkan apa inti dari KKN itu, bahwa kita belajar memahami dan menemukan masalah yang ada di masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bakta, mahasiswa perlu dibekali kemampuan soft skill yang kuat agar mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diterjunkan langsung ke desa-desa agar dapat memahami kondisi riil yang dihadapi masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan di Bali, mulai dari masalah sampah, dampak sosial budaya akibat perkembangan pariwisata, kemacetan lalu lintas hingga kriminalitas. Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu isu yang harus mendapat perhatian serius karena Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia.
“Yang penting adalah bagaimana masyarakat memiliki budaya untuk menyelesaikan masalah sampahnya sendiri, sementara pemerintah sebagai regulator memberikan fasilitas sehingga semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bakta juga mengungkapkan perkembangan pembukaan Program Studi Kedokteran di UNBI. Seluruh proposal dan persyaratan yang diperlukan telah diajukan dan saat ini tengah menunggu proses asesmen.
Pihaknya berharap asesmen dapat berlangsung pada akhir Juli atau awal Agustus sehingga Program Studi Kedokteran dapat mulai menerima mahasiswa baru pada semester ganjil yang dimulai 1 September mendatang. Namun demikian, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar, mengingat program studi tersebut membutuhkan sedikitnya 26 dosen sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui KKN-PPM Periode IX ini, UNBI berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi sarjana yang bertanggung jawab dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Bali.(ri/gb)





