spot_img
spot_img
BerandaBaliBI: Pertumbuhan Ekonomi Bali Tinggi, Stabilitas Harga Harus Dijaga

BI: Pertumbuhan Ekonomi Bali Tinggi, Stabilitas Harga Harus Dijaga

GATRABALI.COM, BULELENG  – Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Yusuf Wicaksono Hascaryotomo mengatakan di tengah pertumbuhan ekonomi Bali yang tercatat 5,88 persen (yoy) pada triwulan III 2025 harus diikuti dengan upaya untuk menjaga agar inflasi terkendali dan stabilitas harga tetap terjaga.

Menurut Yusuf dengan harga stabil dan inflasi terkendali, maka daya beli masyarakat bisa terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat dan menempatkan Bali di posisi ke-4 nasional dengan pertumbuhan tertinggi, didorong hampir semua lapangan usaha,” kata Yusuf dalam acara Capacity Building Sobat Media BI Bali di Buleleng, pada Kamis, 13 November 2025.

Baca Juga  BI Bali dan PHRI Gelar Temu Wirasa, Dorong Pariwisata Berkelanjutan dan Pemanfaatan Produk Lokal

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi tertinggi terdapat pada lapangan usaha (LU) Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 11% (yoy), didukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Berikutnya, LU Pertanian tumbuh 2% (yoy) didorong oleh produksi hortikultura semusim yaitu bawang merah, kentang, dan sawi putih, hortikultura tahunan yaitu jeruk dan pisang, dan peternakan yaitu telur ayam dan daging ayam.

Kemudian, LU Transportasi dan Pergudangan tumbuh 6,26%, selanjutnya, LU Perdagangan tumbuh sebesar 6,97% (yoy), yang tecermin dari peningkatan aktivitas wisatawan, perdagangan hasil pertanian, dan perdagangan bahan baku konstruksi.

Baca Juga  Dua Hari Hilang di Kebun, Kakek 85 Tahun Ditemukan Selamat di Dekat Sungai

“Dua fokus tersebut, inflasi dan stabilitas harus dijaga, sehingga momentum pertumbuhan Bali ini dapat terjaga dengan baik,” ujar Yusuf.

Untuk inflasi Bali, cenderung turun karena memang semua pihak berupaya agar inflasi terkendali.

Selain paparan ekonomi, kegiatan Capacity Building juga diisi dengan diskusi bersama Pimpinan Redaksi Tirto.id, Rachmadin Ismail, yang membahas strategi pengembangan media digital di era algoritma dan persaingan konten.

Rachmadin menyampaikan tren industri media dan periklanan kini mulai bergeser dari pasar nasional menuju pasar lokal, yang memiliki potensi besar dalam menjangkau audiens yang lebih spesifik.

Baca Juga  Ditolak Nikah Sang Pujaan Hati, Buruh Proyek Ini Nekat Lompat dari Lantai Tiga di Kusel

Ia menambahkan, terjadi perubahan dari tren iklan nasional ke lokal. Banyak pengiklan kini menargetkan pembaca digital lokal karena lokal konteks dan audiens lebih dekat dengan konsumen

“Media kini perlu membangun audiens berbasis kebutuhan dan minat lokal, bukan semata mengikuti tren nasional,” ucapnya.

Jika berita mengikuti tren, sekarang ada alternatif baru dengan membangun audiens sendiri. Jumlah pengikut tidak selalu sebanding dengan pembaca aktif, karena algoritma Google bekerja secara organik.

Kegiatan Capacity Building Sobat Media BI Bali ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media di Denpasar. (ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments