GATRABALI.COM, BADUNG – Para petani di Subak Penarungan, Desa Penarungan, Kabupaten Badung, tengah dibuat resah akibat serangan hama tikus yang menyasar benih padi para petani.
Serangan ini terjadi sejak awal Juni dan dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen mendatang.
Salah satu petani di Subak Penarungan, Wayan Siada, mengungkapkan kekhawatirannya.
Dirinya menyampaikan, serangan tikus menyebabkan banyak benih yang baru disemai tidak tumbuh.
“Kendala kami sekarang tikus menyerang benih padi yang baru tumbuh sejak 1 Juni lalu.Kalau begini terus, kami tidak punya bibit lagi, padahal bibit ini mahal,” jelasnya, Kamis sore,(5/6/2025) disela aktifitasnya membersihkan areal persawahanya di Subak Penarungan, Desa Penarungan, Kabupaten Badung.
Dirinya menduga serangan tikus dipicu oleh kondisi lahan yang sempat dibiarkan selama dua bulan, sehingga rumput liar tumbuh subur dan menjadi sarang hama.
Dirinya menggarap lahan seluas 60 are yang rencananya akan ditanami padi seluruhnya. Ia berharap ada bantuan atau solusi untuk mengatasi serangan tikus ini.
Biasanya, petani membeli racun tikus melalui sistem pinjam dari Subak, yang dibayar setelah panen.
Harga satu sachet racun tikus sekitar Rp15.000 dan digunakan dengan mencampurkannya ke dalam setengah kilogram beras yang kemudian ditebar di tepi sawah.
Kemudian Petani lainnya, Made Sember, juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut benih padi yang sudah ditebar habis dimakan tikus.
“Tikus mulai muncul sejak pemotongan padi sebelumnya, lalu makin banyak dan menyebar. Kami jadi takut menyebar benih lagi,” ucapnya.
Made yang menggarap sawah seluas 50 are itu berharap serangan tikus bisa segera diatasi agar petani tidak semakin merugi.
Situasi ini menjadi sinyal bagi para petani dan pengurus Subak untuk segera mengambil langkah strategis mengendalikan populasi tikus agar produksi padi tidak terancam.(gun/gb)


