spot_img
spot_img
BerandaBaliGedong Kirtya Jemput Bola, Lestarikan Lontar Lewat Program Museum Masuk Sekolah

Gedong Kirtya Jemput Bola, Lestarikan Lontar Lewat Program Museum Masuk Sekolah

GATRABALI.COM, BULELENG – Upaya pelestarian budaya lontar terus dilakukan UPTD Gedong Kirtya Buleleng melalui program Museum Masuk Sekolah.

Melalui program ini, generasi muda diajak mengenal langsung kekayaan budaya Bali yang tersimpan dalam naskah lontar dan aksara Bali, dengan harapan tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap warisan leluhur.

Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui keberadaan Gedong Kirtya dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, program ini menjadi media edukasi sekaligus pendekatan kultural yang menyenangkan.

“Melalui program ini kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Lontar bukan sekadar benda kuno, tapi sumber ilmu dan kearifan lokal yang luar biasa dari para leluhur,” ujarnya saat dihubungi, Jumat, 6 Juni 2025.

Baca Juga  Badung Surplus Beras 3.655 ton Per 2023

Program Museum Masuk Sekolah dikemas secara interaktif dan kreatif. Siswa tidak hanya menerima materi sejarah, tetapi juga diajak belajar menulis aksara Bali di atas daun lontar, menonton video profil Gedong Kirtya, dan bernyanyi lagu-lagu tradisional Bali. Aktivitas ini terbukti mampu memantik minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap budaya Bali.

Salah satu aktivitas yang paling disukai siswa adalah praktik menulis di atas lontar. “Mereka sangat antusias karena ini pengalaman yang benar-benar baru. Tidak seperti menulis di kertas biasa,” kata Susilawati.

Sejak digulirkan pada April 2025, program ini telah menjangkau 18 sekolah dasar di Kecamatan Buleleng. UPTD Gedong Kirtya juga bekerja sama dengan pihak kecamatan agar pelaksanaannya tidak mengganggu jadwal belajar siswa.

Baca Juga  Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, BRI Peduli Dukung Program "Yok Kita Gas" di Darmasaba-Badung

Respons dari pihak sekolah pun sangat positif. Banyak guru dan kepala sekolah yang berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin.

Di tengah keterbatasan anggaran, UPTD Gedong Kirtya tetap berkomitmen melanjutkan program ini. Bahkan, sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di jenjang SMP dan mendapat sambutan yang hangat.

Selain memberikan edukasi di sekolah, program ini juga berdampak langsung pada peningkatan jumlah kunjungan ke museum. Dari hanya sekitar 500-700 kunjungan per tahun saat pandemi, kini melonjak menjadi lebih dari 7.000 kunjungan per tahun. Hingga Mei 2025, tercatat sudah ada sekitar 2.500 pengunjung yang datang ke Gedong Kirtya.

Baca Juga  Lomba Budaya di Buleleng, Memperkuat Kecintaan Generasi Muda terhadap Warisan Bali

Tidak berhenti di sana, Gedong Kirtya juga tengah mempersiapkan kegiatan budaya lainnya, seperti Pameran Rempah yang akan digelar Oktober mendatang. Kegiatan ini akan membahas rempah dari berbagai aspek, mulai dari sejarah, upacara adat, pengobatan tradisional (usadha), hingga kajian ilmiah. Acara ini juga akan dirangkai dengan seminar yang menghadirkan para pakar lintas disiplin.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya dari buku, tapi juga mengalami langsung. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai dan melestarikan budayanya,” tutup Susilawati.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments