GATRABALI.COM, BULELENG — Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Padas Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bali.
Pesan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Numbara V Palang Merah Remaja (PMR) PMI Provinsi Bali di Taman Wisata Danau Buyan, Sukasada, Buleleng.
Dengan mengusung semangat perubahan pola pikir, Putri Koster menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari skala terkecil: rumah tangga.
“Berhentilah berpikir membuang. Mari belajar mengelola sampah dari rumah sendiri,” ujarnya tegas di hadapan 333 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, yang berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Ia memperkenalkan metode komposter berbasis eco-enzyme sebagai solusi praktis dalam mengelola sampah organik. Selain mengurangi volume sampah, metode ini juga dapat menghasilkan pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman.
“Dengan lahan terbatas pun, kita bisa mempraktikkan sistem Teba Modern, yakni mengelola sampah di pekarangan secara mandiri,” jelasnya.
Putri Suastini juga mengingatkan bahwa mengandalkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) bukanlah strategi berkelanjutan. Ia mencontohkan TPA Suwung yang kini kelebihan kapasitas akibat akumulasi sampah dari empat wilayah.
“Jangan biarkan desa-desa lain bernasib seperti Suwung. Masalah ini akibat sistem yang salah selama puluhan tahun,” ujarnya lantang.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias berbagi pandangan dan solusi kreatif. Mereka menyuarakan ide pembuatan kerajinan dari limbah plastik serta pentingnya sistem desentralisasi dalam pengelolaan sampah.
“Kalian bukan generasi stroberi. Kalian generasi tangguh. Mulai dari yang kecil: kelola sampah dari rumah,” tambah Putri Koster.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran desa dan komunitas adat dalam pengelolaan sampah yang berbasis regulasi, termasuk Pergub No. 47/2019, Keputusan Gubernur No. 381/2021, dan SE Gubernur No. 9/2025 tentang program Bali Bersih Sampah.
Menutup kegiatan hari pertama, dilakukan penyerahan simbolis tempat sampah berbahan daur ulang kepada pengelola kawasan Danau Buyan sebagai wujud komitmen bersama.
“Semangat peserta Numbara V ini menjadi awal gerakan nyata di keluarga dan sekolah. Mari jadikan Bali sebagai contoh dalam pengelolaan sampah menyeluruh,” ujar Ketua PMI Provinsi Bali, Gusti Bagus Alit Putra.(ism/gb)





