GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana mempercepat langkah pengembangan sektor ekonomi kreatif dengan menyiapkan Jembrana Creative Hub sebagai pusat aktivitas generasi muda.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan, inisiatif ini diarahkan untuk membangun ekosistem baru yang bertumpu pada kreativitas dan inovasi lokal.
Creative Hub tersebut dirancang menjadi ruang kolaboratif yang mengintegrasikan 11 subsektor ekonomi kreatif, sekaligus dilengkapi pendampingan bisnis agar pelaku kreatif mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.
Upaya ini mulai digerakkan melalui kegiatan Jembrana Sound Session yang digelar Sabtu malam (25/4). Agenda tersebut menjadi titik awal dalam membangun atmosfer kreatif di wilayah Bali Barat.
Tak hanya sebagai fasilitas fisik, Jembrana Creative Hub diproyeksikan sebagai pusat interaksi lintas bidang, mulai dari musik, seni rupa, kriya, fesyen, kuliner hingga sektor digital seperti konten kreator, fotografi, video, gim, penerbitan, dan seni pertunjukan.
Program ini juga sejalan dengan visi kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dalam membuka peluang lebih luas bagi anak muda untuk berkarya.
“Saat ini fisik gedung dan kelengkapannya sedang disiapkan, namun penguatan program telah dijalankan secara konsisten untuk memastikan talenta lokal memiliki ruang tumbuh sejak dini,” terang Kembang Hartawan .
Ia menilai, wadah ini nantinya akan mempertemukan berbagai komunitas kreatif agar bisa berkembang bersama.
“Melihat semangat anak-anak muda kreatif, saya optimis dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, mereka bisa menunjukkan jati diri tidak hanya di level daerah, tapi juga nasional,” ujar Bupati Kembang.
Di sisi lain, tenaga ahli teknis Pemkab Jembrana, I Komang Wena Wahyudi, menyebut Jembrana Sound Session menjadi langkah strategis untuk menghidupkan ekosistem kreatif secara berkelanjutan.
” Kita mengintegrasikan Jembrana CREative Hub sebagai ‘rumah’ bagi para kreator dengan PLUT sebagai mesin inkubasi bisnis. Tujuannya jelas, agar talenta lokal tidak hanya mampu berkarya, tetapi produk mereka juga naik kelas dan memiliki daya saing tinggi,”tegas Wena Wahyudi.
Ke depan, fasilitas Creative Hub akan diperkuat dengan infrastruktur pendukung seperti internet berkecepatan tinggi, ruang edukasi dan inkubator bisnis, hingga studio multifungsi untuk produksi karya kreatif. Selain itu, Jembrana Creative Festival akan digelar sebagai ajang tahunan untuk menampilkan karya para pelaku kreatif.
Melalui inisiatif ini, Pemkab Jembrana berharap generasi muda mampu bertransformasi dari sekadar penikmat menjadi pencipta karya, sekaligus mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(ism/gb)





