GATRABALI.COM, BADUNG – Kondisi cuaca dengan sinar matahari yang terik, serta suhu panas, dirasakan dibeberapa wilayah di Bali, akan tetapi kondisi ini disebut, Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III, Luh Nyoman Didik Tri Utami, tidak berdampak signifikan pada tinggi gelombang laut.
Meskipun demikian, Ia tetap menghimbau, Masyarakat khususnya didaerah pesisir Bali, mulai nelayan, serta wisatawan diimbau, agar selalu memantau pembaruan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG (aplikasi InfoBMKG, media sosial, atau website maritim.bmkg.go.id) sebelum merencanakan beraktivitas di pantai dan berlayar.
“Faktor utama yang membangkitkan gelombang laut adalah angin yang berhembus di permukaan laut. Semakin tinggi kecepatan angin, semakin lama durasi hembusan angin dan semakin panjang fetch (jarak tempuh angin berhembus di permukaan air laut tanpa halangan) maka gelombang laut yang dibangkitkan akan semakin tinggi, terangnya, Selasa,(14/4/2026) di Kuta, Badung.
Selain itu, Ia mengatakan, adanya siklon tropis di laut dapat juga meningkatkan tinggi gelombang laut.
“Kondisi khusus, misal, seperti adanya siklon tropis di laut yang dapat memicu angin kencang dapat juga meningkatkan tinggi gelombang laut”, ucapnya.
Dirinya menambahkan, Berdasarkan data analisis tinggi gelombang 5 tahun terakhir (2021 hingga 2025) pada Bulan April, secara umum gelombang kategori rendah – sedang (0.5 – 2.5 m) diprakirakan terjadi di Perairan Selatan Bali, sedangkan gelombang kategori tenang – rendah (0.1 – 1.25 m) diprakirakan terjadi di Perairan Utara Bali.(gun/gb)





