spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungBali Terpanggang, Ini Penyebab Cuaca Terik Beberapa Hari Terakhir Menurut BMKG

Bali Terpanggang, Ini Penyebab Cuaca Terik Beberapa Hari Terakhir Menurut BMKG

GATRABALI.COM, BADUNG Cuaca terik dan suhu matahari begitu panas, terjadi beberapa hari ini di wilayah Bali, disebabkan oleh posisi semu matahari.

Pada Maret (21 Maret) posisi matahari tepat berada di Khatulistiwa, sehingga membuat suhu Udara menjadi relatif cukup terik (panas) terutama pada siang hari.

Selain itu, Tutupan awan diwilayah Bali cenderung sedikit, sehingga panas matahari langsung diterima ke permukaan yang dapat menyebabkan Udara terasa panas, hal ini disampaikan, Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III, Putu Pradiatma Wahyudi.

“Kondisi ini normal dan kerap berulang setiap tahunnya, karena faktor pemanasan permukaan sebagai dampak dari siklus gerak semu matahari”, ujarnya, Selasa, (14/4/2026) di Badung.

Baca Juga  Dukungan KSAD Mengalir, Proyek Pengolah Sampah Jadi Energi di Bali Makin Dekat Terwujud

Dirinya menyampaikan, Berdasarkan data monitoring awal musim kemarau 2026 dari Stasiun Klimatologi Bali tanggal 10 April 2026, terpantau 4 ZOM, indikasi.

“Pada, 10 April 2026, terpantau 4 ZOM, indikasi, masuk musim kemarau yaitu ZOM di wilayah Bali bagian selatan, timur, dan Nusa Penida”, sebutnya.

Kondisi suhu udara menjadi relatif cukup terik di wilayah Bali Ia mengatakan, akan berlangsung beberapa hari kedepan.

Baca Juga  106 Kali Gempa Guncang Bali, BMKG Ingatkan Potensi Aktivitas Sesar Aktif

“Ya, dapat berlangsung beberapa hari kedepan, namun dikarenakan saat ini beberapa daerah di Bali belum sepenuhnya masuk ke musim kemarau, sehingga masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan hingga sedang secara tidak merata”, paparnya.

Dirinya menegaskan, Kondisi suhu udara menjadi relatif cukup panas, akan terasa lebih panas, cendrung terjadi di wilayah yang cakupan penduduknya lebih padat, serta berada di dataran rendah di wilayah Bali.

“Wilayah Bali yang cakupan penduduknya lebih padat dan berada di dataran rendah lebih merasakan panas daripada wilayah dataran tinggi”, ucapnya.

Baca Juga  135 Peserta Ramaikan Lomba PBB Kreasi dan Menggambar di Hari Pramuka ke-63 Buleleng

Ia menghimbau, dalam menghadapi kondisi teriknya panas, masyarakat dihimbau untuk lebih banyak mengkonsumsi air minum yang cukup untuk mengurangi dehidrasi, menggunakan sunblock (tabir Surya), jaket, topi saat berkegiatan di luar rumah, istirahat yang cukup, mengkonsumsi vitamin dan buah-buahan untuk daya tahan tubuh, serta agar masyarakat tidak sembarangan membakar apapun di lahan kosong dalam kawasan hutan dan penampungan sampah serta pemerintah daerah dapat melakukan penyiraman darat demi mengurangi potensi kebakaran akibat terik matahari di kawasan hutan dan lahan.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments