spot_img
spot_img
BerandaBaliDirancang jadi Model Sociopreneur Berkelanjutan, Mahasiswa Primakara Dampingi Digitalisasi UMKM Sarbagita

Dirancang jadi Model Sociopreneur Berkelanjutan, Mahasiswa Primakara Dampingi Digitalisasi UMKM Sarbagita

GATRABALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 50 pelaku UMKM tersebar di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) mendapat pendampingan digital dari 300 mahasiswa Primakara University, Denpasar. Dengan itu, UMKM Bali ditargetkan naik kelas dalam ekonomi digital.

Mahasiswa akan melakukan pendampingan selama satu semester penuh. Pendampingan utamanya diberikan dalam hal pemasaran digital. Untuk itu mahasiswa yang tergabung dalam Tim SMART UMKM (Strategic, Modern, Adaptive, Reliable, Technological) telah mendapat pelatihan tambahan dengan melibatkan para praktisi dan akademisi terbaik di bidang masing-masing.

Pelatihan yang didapat mahasiswa diawali dengan topik Photography and Branding Strategy. Selanjutnya, untuk memastikan UMKM mendapatkan wawasan pemasaran digital paling mutakhir, mahasiswa mendapat pelatihan dari pihak TikTok Shop by Tokopedia.

Baca Juga  Koster-Giri Pastikan Bali Menuju Era Society 5.0 dengan Penguatan Ekonomi Digital

Ketua Tim SMART UMKM, Desak Putu Nitya Dewi, S.E., M.Si., mengatakan program pendampingan ini adalah kelanjutan dari program Program Go Digitalisasi UMKM Wilayah Sarbagita yang menyasar 90 UMKM pada tahun lalu. Fokus program tahun ini telah beralih dari fase pengenalan menuju fase scale-up bisnis.

“Tahun ini kami tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi memastikan 50 UMKM binaan kami mampu mengelola kanal digital secara mandiri, konsisten, dan berorientasi pada pertumbuhan,” ujar Nitya Dewi pada Senin, 16 Maret 2026.

Melalui pendampingan 300 mahasiswa selama satu semester yang dipantau dengan Key Performance Indicators (KPI), UMKM ditargetkan benar-benar naik kelas dalam ekonomi digital.

Menurutnya program pendampingan terbukti secara nyata memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi. Berdasarkan hasil pengukuran, proyek ini mencatatkan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,57, yang membuktikan bahwa nilai manfaat yang dihasilkan jauh melebihi biaya implementasinya.

Baca Juga  Pasar Umum Negara Bahagia Dinilai Kurang Terawat, Bupati Kembang Minta Kebersihan Jadi Prioritas

Di masa depan, program Go Digitalisasi UMKM Wilayah Sarbagita dirancang untuk menjadi model sociopreneur berkelanjutan. Dengan kolaborasi multi-stakeholder antara akademisi, pemerintah, platform digital, dan mahasiswa, program ini diharapkan menjadi katalisator penguatan ekosistem UMKM Bali agar semakin tangguh dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Kepala Kemitraan, Humas dan Internasional (KHI) Primakara University, I Made Dwi Hita Darmawan, menyambut baik penguatan kolaborasi yang dibangun dalam program ini, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini menunjukkan pengembangan UMKM tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu didukung jejaring yang kuat lintas sektor, baik nasional maupun internasional.

Baca Juga  Gubernur Koster Saksikan Singgasana Seni Bung Karno, Dorong Sinergi Budaya dan Ekonomi Kerakyatan

Dwi Hita berpandangan keterlibatan para praktisi ekonomi digital menjadi langkah strategis untuk memperluas kapasitas UMKM binaan dan mahasiswa dalam memahami ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.

“Kami menyambut sangat baik kolaborasi ini karena menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu didukung jejaring yang kuat lintas sektor, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dengan demikian, penting agar mahasiswa dan UMKM tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif dan diakui dalam ekosistem digital saat ini.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments