GATRABALI.COM, BULELENG – DPRD Kabupaten Buleleng menaruh perhatian serius terhadap persoalan ratusan siswa SD dan SMP yang belum menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menargetkan agar permasalahan ini dapat terselesaikan dalam waktu tiga bulan ke depan.
Menurut Arya, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Karena itu, pihaknya telah mengundang seluruh elemen pendidikan termasuk Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk merumuskan langkah cepat dan terukur. Salah satu langkah yang diusulkan yakni pembentukan kelas khusus di tiap sekolah guna melakukan screening dan pembinaan intensif tanpa harus menambah beban pelajaran.
“Targetnya dalam waktu tiga bulan siswa yang belum bisa membaca dan menulis harus sudah tertangani. Untuk anak-anak berkebutuhan khusus nanti akan difasilitasi dengan tenaga pengajar khusus,” jelas Arya, Senin, 5 Mei 2025.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng, Ariadi, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti instruksi dewan. Beberapa strategi yang tengah dijalankan termasuk melibatkan dosen dan mahasiswa Undiksha dalam proses pendampingan, melakukan asesmen psikologi oleh konselor dari Primaga, serta mengadakan program khusus di SMP 1 Singaraja yang menyasar 375 siswa.
Metode yang diterapkan berupa kelas intensif selama 2,5 jam per hari dengan fokus pada pelatihan membaca, menulis, dan berhitung. Dari pelaksanaan awal, tercatat 12 siswa sudah menunjukkan kemajuan dan dapat membaca.
“Kami harapkan pola ini bisa menjadi acuan bagi sekolah lain dengan tetap memperhatikan kondisi psikologis siswa,” ujar Ariadi.(adv/gb)





