GATRABALI.COM, DENPASAR – Pascabanjir yang melanda sebagian besar wilayah Bali pada Rabu, 10 September 2025, situasi di Desa Kesiman Kertalangu mulai berangsur pulih.
Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi di posko terus menurun seiring warga kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan.
“Tadi malam itu yang di posko hanya 35 orang, kalau dihitung dari jumlah KK hanya 12 KK. Sebenarnya yang terdampak di Dusun Tohpati, tepatnya di Jalan Siulan, ada sekitar 124 jiwa dari 70 KK. Namun sebagian besar sudah tidak tinggal di posko dan menyisakan 26 orang,” jelas Suena ketika diwawancara pada Sabtu, 13 September 2025.

Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hal ini berkat kerja sama pemerintah kota bersama aparat kepolisian, TNI, dan relawan yang bergerak cepat melakukan evakuasi.
“Fokus pertama kami menyelamatkan jiwa agar tidak ada korban,” tambahnya.
Menurut Suena, banjir terjadi karena curahan air yang besar datang dari berbagai arah, sementara posisi permukiman warga berada di cekungan rendah.
“Sungai di lokasi sebenarnya kecil, jadi bukan penyebab utama. Yang berpengaruh adalah derasnya air kiriman yang datang dari segala arah,” ujarnya.
Saat ini, para pengungsi yang kembali ke rumah masih membutuhkan dukungan untuk pemulihan.
“Mulai dari tempat tidur hingga alat masak masih jadi kebutuhan mendesak agar mereka bisa beraktivitas normal kembali. Ini yang sedang kami usahakan,” katanya.
Suena juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang sehari sebelumnya meninjau posko.
Kehadiran wapres, menurutnya, memberikan dukungan moral sekaligus mendorong penyaluran bantuan lebih luas.
“Dengan adanya beliau datang, masyarakat merasa diperhatikan. Bantuan sembako dan perlengkapan sekolah sudah kami salurkan. Bahkan ada masyarakat luar desa yang ikut datang ke posko karena bantuan terpusat di sini,” jelasnya.
Ke depan, ia berharap warga lebih meningkatkan upaya mitigasi bencana.
“Kalau kita sudah tahu posisi di sana cekungan rendah, saat hujan deras lebih baik menyelamatkan diri dulu mencari tempat aman agar tidak ada korban jiwa. Itu yang harus kita utamakan,” tegasnya.(hri/gb)





