GATRABALI.COM, DENPASAR – Universitas Bali Internasional (UNBI) menggandeng Universitas Brawijaya melalui Program UB PRESTIGE untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop Penulisan Ilmiah Jurnal Bereputasi yang berlangsung di Aula Universitas Bali Internasional, Denpasar, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan mengusung tema “From Research to Global Publication: Strategi Kolaborasi Riset, SLR & Bibliometric hingga Pemanfaatan Fasilitas APC Universitas Bali Internasional dan Universitas Brawijaya”.
Workshop diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas dosen UNBI dan dosen eksternal dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UNBI, Prof. Dr. I Komang Gde Bendesa, M.A.D.E., dengan menghadirkan narasumber Ir. Remba Yanuar Efranto, S.T., M.T., Ph.D. dari Universitas Brawijaya.
Prof. Dr. I Komang Gde Bendesa mengatakan workshop tersebut tidak hanya membahas teori penulisan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada peserta agar dapat menyelesaikan tulisan hingga siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi yang terdaftar dalam pangkalan data Scopus.
“Ini workshop penulisan artikel di jurnal bereputasi. Kita lakukan kolaborasi antara Universitas Bali Internasional dengan Universitas Brawijaya agar nantinya lahir tulisan yang memiliki dampak luas dan mendalam,” ujarnya.
Menurut Bendesa, jumlah peserta dibatasi agar proses pendampingan dapat berlangsung efektif. Para peserta juga telah membawa draft tulisan sehingga dapat langsung memperoleh bimbingan mengenai proses penulisan hingga publikasi pada jurnal bereputasi.
“Mereka datang sudah membawa tulisan, kemudian dibimbing bagaimana caranya sampai bisa dipublikasikan di jurnal bereputasi,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong munculnya inovasi dan temuan baru dalam penelitian, sekaligus memperluas kolaborasi serta berbagi pengetahuan antarakademisi.
“Harapannya jumlah publikasi di jurnal bereputasi semakin meningkat. Dari kolaborasi ini juga kita berharap dapat membuka peluang pendanaan untuk mendukung penelitian,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari Universitas Brawijaya, Ir. Remba Yanuar Efranto, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan kerja sama dengan UNBI merupakan bagian dari upaya memperkuat reputasi akademik perguruan tinggi di tingkat internasional.
Menurut Remba, reputasi akademik menjadi salah satu aspek penting dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia, di antaranya QS World University Rankings, Times Higher Education World University Rankings, dan UI GreenMetric.
Ia menilai peningkatan reputasi akademik dapat didorong melalui komunikasi dan kolaborasi antarkampus. Karena itu, Universitas Brawijaya membuka peluang kerja sama dengan UNBI maupun perguruan tinggi lainnya.
“Kami ingin menjalin kerja sama dengan Universitas Bali Internasional dan kampus-kampus lain. Harapannya kita bisa saling mendukung agar reputasi akademik masing-masing institusi ikut meningkat,” katanya.
Remba juga menjelaskan pentingnya memperbanyak publikasi berkualitas melalui kolaborasi riset lintas perguruan tinggi. Selain itu, Universitas Brawijaya memperkenalkan skema dukungan publikasi melalui fasilitas Article Processing Charge (APC) untuk membantu peneliti dalam biaya penerbitan artikel di jurnal internasional.
“Melalui fasilitas APC ini kami berharap publikasi internasional menjadi lebih mudah diakses, karena biaya publikasi di jurnal bereputasi memang tidak murah,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNBI, I Putu Prisa Jaya, S.Pd., M.Fis., AIFO, mengatakan workshop tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah pada tingkat nasional maupun internasional.
Peserta mendapatkan materi mengenai strategi membangun kolaborasi riset, penyusunan Systematic Literature Review (SLR), analisis bibliometrik, hingga strategi memilih dan mempublikasikan artikel pada jurnal bereputasi.
“Kita berharap para Dosen yang ikut workshop ini dapat menghasilkan output yang berguna untuk masyarakat luas serta meningkatkan akreditasi Kampus,” harap Prisa Jaya.
Selain materi penulisan dan publikasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai proses penerbitan artikel ilmiah serta pemanfaatan fasilitas APC sebagai salah satu dukungan dalam publikasi pada jurnal internasional yang sesuai.
Melalui Program UB PRESTIGE, UNBI berharap kegiatan tersebut dapat mendorong dosen dan peneliti semakin produktif dalam melakukan riset, membangun kolaborasi strategis, serta menghasilkan publikasi berkualitas.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat jejaring akademik dan reputasi Universitas Bali Internasional di tingkat global.(ri/gatrabali)


