spot_img
spot_img
BerandaBaliGerakan Bali Bersih Sampah, Kesbangpol Buleleng Libatkan Rumah Ibadah

Gerakan Bali Bersih Sampah, Kesbangpol Buleleng Libatkan Rumah Ibadah

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mendorong peran aktif tempat ibadah dalam pengelolaan sampah berbasis sumber melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin, 28 Juli 2025.

Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari perwakilan majelis agama, bendesa adat, pengurus tempat ibadah (masjid, gereja, vihara, kelenteng), serta instansi terkait. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, S.IP., M.M.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Buka Pelatihan Bahasa Jepang Gratis di BLK Lovina Tahun 2026

“Persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus rumah ibadah yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku umat,” ujar Komang Kappa dalam sambutannya.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah dan Keputusan Bupati Buleleng Nomor 173.3.2/339/HK/2025 tentang pembentukan Satgas Penanganan Sampah.

Kesbangpol menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian Agama, Dinas Lingkungan Hidup, FKUB, dan majelis lintas agama.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Gelar Malam Kebersamaan Rayakan HUT Ke-419 Kota Singaraja

Narasumber dari Kesbangpol Provinsi Bali, Anak Agung Surya Pradipta, menyoroti bahaya plastik sekali pakai dan dampaknya bagi kesehatan lingkungan.

“Plastik bukan hanya mencemari, tapi juga bisa menjadi pemicu penyakit serius jika dibakar sembarangan,” tegasnya.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, I Komang Juli Angriyasa, S.Tr.Kes., menyampaikan bahwa rumah ibadah perlu menjadi contoh konkret dalam pengurangan sampah.

Baca Juga  Pemkab Jembrana Dorong Teba Komunal, Strategi Baru Tekan Sampah Organik di Tingkat Desa

“Minimal, pengurus menyediakan fasilitas pemilahan dan mendorong umat membawa wadah sendiri untuk konsumsi. Edukasi kecil ini akan membawa dampak besar,” ujarnya.

Kesbangpol berharap sosialisasi ini dapat memicu gerakan berkelanjutan dan menjadikan tempat ibadah sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Buleleng.

“Ini bukan hanya soal teknis, tapi gerakan moral bersama. Jika tempat suci bersih dan tertib, maka masyarakat akan ikut menjaga lingkungannya,” tutup Komang Kappa.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments