GATRABALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor kesehatan dengan mendorong perluasan layanan yang merata hingga ke tingkat paling dasar. Ia menilai kualitas pelayanan kesehatan harus dapat dirasakan masyarakat tidak hanya di rumah sakit besar, tetapi juga di puskesmas.
Hal ini disampaikannya saat menerima jajaran BPJS Kesehatan di Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koster menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan BPJS untuk memastikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, keberadaan JKN harus mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya dalam hal pembiayaan pengobatan, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena faktor ekonomi.
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan, Sofyeni menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Bali telah mendekati sempurna. Ia menyebutkan tingkat Universal Health Coverage (UHC) mencapai 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 87 persen.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bali mencatatkan tingkat keaktifan UHC tertinggi di wilayah NTB dan NTT, serta masuk dalam jajaran 10 besar nasional.
Dari sisi pembiayaan, sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan telah menyalurkan dana sekitar Rp300 miliar untuk mendukung layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit di Bali, di antaranya RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Manah Shanti Mahottama, dan RS Dharma Yadnya.
Sofyeni berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna memastikan layanan kesehatan di Bali semakin berkualitas dan merata.(ism/gb)





