GATRABALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal, transmigrasi, meteorologi, klimatologi, geofisika, dan SAR di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan ini membahas capaian pembangunan Bali, tantangan strategis, serta rencana program infrastruktur dan sarana-prasarana penting ke depan.
Gubernur Koster memaparkan bahwa pembangunan Bali terus menunjukkan tren positif dan telah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2025 tercatat 79,37, menempatkan provinsi ini di posisi kelima nasional. Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada pada angka 3,42 persen, terendah di Indonesia, dengan tingkat pengangguran terbuka hanya 1,45 persen.
Koster menekankan peran sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali. Pada 2024, wisatawan mancanegara mencapai 6,3 juta orang, memberikan kontribusi devisa lebih dari separuh total devisa pariwisata Indonesia.
Meski capaian positif terlihat, Gubernur Koster mengakui sejumlah tantangan pembangunan, antara lain alih fungsi lahan, masalah sampah, kerusakan ekosistem, keterbatasan air bersih, kemacetan, serta kesenjangan ekonomi antara wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita. Selain itu, kapasitas transportasi publik yang terbatas dan isu sosial turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Bali mengusulkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas, termasuk pembangunan jalan konektivitas antarkabupaten, underpass, jembatan, sistem penyediaan air baku, pusat olahraga provinsi, serta pengembangan pelabuhan logistik di Celukan Bawang, Padangbai, dan Gunaksa.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan bahwa pembangunan Bali berbeda dari daerah lain sehingga memerlukan pendekatan khusus dan komprehensif.
“Bali harus dibangun secara khusus, karena pembangunan Bali berbeda. Kita tidak bisa melihat Bali hanya secara kompetitif, tetapi harus secara komprehensif, bagaimana membangun infrastruktur yang selaras dengan budaya,” ujar Lasarus.
Ia menambahkan, pembangunan Bali yang unik menjadikan provinsi ini ikonik.
“Kalau dibangun secara normal, mungkin Bali tidak akan seikonik sekarang,” katanya.
Lasarus juga menegaskan pentingnya dukungan negara karena Bali memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Gubernur Koster menyambut baik dukungan Komisi V DPR RI dan berharap sinergi antara pusat dan daerah dapat terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, berwawasan budaya, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan Bali harus menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Bali bukan hanya destinasi pariwisata, tetapi juga pusat peradaban yang harus dijaga keasliannya,” pungkas Koster.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum memaparkan penanganan jalan nasional, upaya mitigasi banjir, pengamanan pantai, dan peningkatan kualitas jalan tol. BMKG Bali menyampaikan pemaparan alat operasional utama, sementara BAZARNAS membahas strategi operasi pencarian dan kesiapsiagaan bencana.(ism/gb)



