GATRABALI.COM, JEMBRANA – Tradisi Petik Laut kembali digelar meriah di Banjar Air Kuning, Desa Air Kuning, Kabupaten Jembrana, sebagai bentuk syukur masyarakat pesisir atas berkah hasil laut yang melimpah.
Tradisi tahunan ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang hadir langsung menyapa warga dan menyampaikan apresiasinya atas pelestarian tradisi tersebut.
“Petik Laut bukan sekadar warisan leluhur, tapi juga cermin dari nilai-nilai luhur masyarakat pesisir—gotong royong, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Wabup Ipat dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi magnet baru dalam memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya di Jembrana.
Menurutnya, pengembangan tradisi seperti ini mampu menggairahkan perekonomian warga melalui sektor wisata lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia Petik Laut, Jainuri, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini berlangsung selama dua hari dengan beragam kegiatan yang menyatukan warga lintas usia.
“Kegiatan kita mulai dengan penampilan hadrah dan qasidah, dilanjutkan lomba balap jukung, hiburan malam, dan puncaknya dengan istighosah atau doa bersama,” terang Jainuri.
Tradisi Petik Laut menjadi ajang kolaborasi antara nilai keagamaan, hiburan rakyat, dan kekayaan budaya pesisir. Perayaan ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan identitas masyarakat Air Kuning.(gb)





