spot_img
BerandaBaliBadungHingga Hari Ketiga Korban Longsor di Pelaga Belum Ditemukan

Hingga Hari Ketiga Korban Longsor di Pelaga Belum Ditemukan

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Hari ketiga pencarian korban, tanah longsor menimbun satu unit tempat menginap di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu malam, (1/11/2026) lalu belum membuahkan hasil, hal tersebut disampaikan, Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba.

“Jadi upaya dari Satgas gabungan Tim pencarian dua pengunjung di camping Plaga Eco Park saat ini masih intensif dilakukan pencarian secara maraton namun memang sampai hari ini telah diupayakan secara maksimal belum belum dapat menemukan dua pengunjung yang saat ini masih hilang. Jadi akan dilanjutkan terus dengan sinergitas instansi terkait. Mohon doanya astungkara. Em satu hari atau dua hari ke depan ini kita bisa menemukan dua pengunjung yang masih belum ditemukan,” ujarnya kemarin malam,(Rabu,(4/11/2026) di Badung.

Baca Juga  BI Bali Sasar Desa Kedisan dan Trunyan untuk Edukasi Manfaat QRIS

Dirinya mengatakan, Kendala dihadapi dalam pencarian korban mulai, material longsor tanah hingga, bebatuan dialiran sungai sekitar lokasi.

“Sudah berapa hari dilakukan dengan cuaca mendukung. Namun memang banyaknya tanah longsor dibawa oleh curah hujan cukup tinggi, dan banyaknya batuan-batuan di aliran sungai tersebut.Menjadi salah satu faktor menghambat dalam upaya pencarian dari tim gabungan,” ucapnya.

Baca Juga  Bupati Jembrana Ajak Warga Desa Cupel dan Pengambengan Buka Puasa Bersama

Ia menyebut, radius pencarian korban telah dilakukan dibeberapa titik mulai, di sepanjang jalur dari lokasi camping hingga areal bendungan.

“Sejauh ini tadi masih diseputaran lokasi dari pada camping di bawah arus, kemudian di sepanjang jalur dari lokasi camping sampai ke ujung bendungan kurang lebih 2 km setengah. Kemudian di area bendungan itu, ada tiga titik kita lakukan pencarian sampai saat ini,” cetusnya.

​Ia mengatakan, dalam pencarian korban belum mengunakan alat berat mengingat medan tidak mendukung.

Baca Juga  Puskesmas Denpasar Lakukan Fogging dan PSN untuk Antisipasi Demam Berdarah

“Tentunya didukung oleh ada alat pompa, kemudian sekop, parang, cangkul, semua didukung oleh alat-alat tersebut. Sejauh ini alat berat belum karena, memang medannya tidak mendukung untuk dibawa ke alat berat.Jadi, masih alat konvensional.Tapi, mudah-mudahan nanti dengan sudah berapa titik kita maksimalkan dalam pencarian, mudah-mudahan bisa menemukan dua pengunjung yang hilang tersebut,” bebernya.

Ia berharap, pencarian korban longsor dapat ditemukan secepatnya.

“Tentunya dimaksimalkan.Tidak sampai 1 minggu, mudah-mudahan.Mohon doanya dari masyarakat.Dua pengunjung tersebut masih belum kita temukan, bisa kita temukan nantinya,” tutupnya.(gun/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments