GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan Lovina Festival 2026 siap dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan secara matang.
Festival yang mengangkat tema “Theatre of Dolphins” tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juli 2026, dengan target kunjungan mencapai 25 ribu orang.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan penyelenggaraan, baik venue maupun agenda kegiatan, telah siap digunakan. Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan tahap akhir penataan lokasi berjalan optimal agar festival dapat berlangsung sukses.
“Dari kesiapan, hari ini sudah 100 persen. Semua sudah siap dan kami meminta panitia bersama komunitas menyelesaikan penataan venue agar seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar.” ujar Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat Jumpa Pers bersama awak media di Spice Dive Beach Club Lovina, Kamis (23/7/2026).
Menurut Sutjidra, Lovina Festival memiliki peran strategis dalam memperkuat promosi pariwisata Buleleng sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari tingginya partisipasi berbagai pihak dalam sejumlah agenda pendukung festival.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian yakni lomba perahu layar mini dengan jumlah peserta mencapai 1.230 orang. Tidak hanya berasal dari Bali, peserta juga datang dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jawa Timur.
Tingginya minat masyarakat dan wisatawan tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor usaha pariwisata, terutama peningkatan kunjungan wisatawan, tingkat hunian akomodasi, serta aktivitas ekonomi lokal selama festival berlangsung.
Tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh, turut mengungkapkan perkembangan positif menjelang pelaksanaan festival. Ia menyebut promosi Lovina Festival telah mendorong peningkatan okupansi hotel di kawasan Lovina.
“Bahkan teman saya tidak bisa memesan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh. Hal ini menunjukkan betapa meningkatnya kunjungan wisatawan di Buleleng,” ungkapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan konsep “Theatre of Dolphins” menggambarkan Lovina sebagai panggung alam yang mempertemukan kehidupan lumba-lumba dengan masyarakat, budaya, dan nilai kearifan lokal.
“Tema ini merupakan konsep yang menggambarkan panggung megah alam Lovina, tempat lumba-lumba hidup bebas berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan ke-12 ini, Lovina Festival menghadirkan konsep berbeda dengan durasi kegiatan yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Reika, tambahan waktu pelaksanaan diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi pelaku industri pariwisata dan masyarakat.
Pelaksanaan festival akan dibagi dalam dua kawasan utama. Kawasan Tasikmadu menjadi lokasi kegiatan pada 24–26 Juli yang diarahkan untuk menarik wisatawan mancanegara. Selanjutnya, Pantai Binaria menjadi pusat kegiatan pada 26–28 Juli dengan sasaran utama wisatawan domestik.
Sejumlah atraksi dan kegiatan telah disiapkan, mulai dari pertunjukan seni tradisional maupun modern, lomba sapi gerumbungan, lomba perahu layar mini, Lovina Cross Country, Gerakan Gemar Makan Ikan, bedah buku, diskusi ekonomi kreatif, hingga pameran produk UMKM.
Lovina Festival 2026 akan melibatkan 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas. Festival ini juga menjadi salah satu agenda yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.(adv/gb)





