GATRABALI.COM, DENPASAR – Penjabat (PJ) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, membuka ruang kerja sama dengan Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa dalam upaya pemberantasan rabies di Bali.
Dalam audiensi yang digelar di Kantor Gubernur Bali pada Rabu, 23 Oktober 2024, Mahendra Jaya menegaskan pentingnya gotong royong atau Ngrombo dalam menghadapi tantangan rabies yang hingga kini masih melanda Pulau Dewata.
“Kami berencana untuk memaksimalkan pemberian vaksin dan sterilisasi rabies di Bali. Dengan dukungan dari Komite Perlindungan Satwa, penanganan rabies dapat dipercepat. Harapannya, Bali bisa segera terbebas dari rabies dan dapat kembali terbuka bagi satwa dari luar, sekaligus menjadi destinasi wisata yang aman bagi semua,” ujar Mahendra Jaya.
PJ Gubernur juga memberikan kesempatan kepada Komite untuk menyelenggarakan vaksinasi massal. Dalam program ini, anjing yang sudah divaksinasi akan diberi tanda khusus pada telinganya, sehingga mudah dikenali oleh masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Komite Perlindungan Satwa dan berharap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan rabies,” tambahnya.
Perwakilan Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa, Roger P. Silalahi, menyambut baik komitmen Pemprov Bali dan siap mendukung langkah-langkah pengendalian rabies yang ramah terhadap populasi anjing. Komite siap berperan aktif dalam kegiatan vaksinasi dan sterilisasi massal demi menekan penyebaran rabies di Bali.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Setda Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Staf Ahli PMK Sekda Prov Bali, serta perwakilan Kesbangpol Provinsi Bali. (gus/gb)