spot_img
spot_img
BerandaBaliKomitmen Stabilisasi Harga, Pemkab Buleleng Berhasil Kendalikan Inflasi

Komitmen Stabilisasi Harga, Pemkab Buleleng Berhasil Kendalikan Inflasi

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berkomitmen agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. Bahkan sejumlah komoditas di Buleleng cenderung mengalami penurunan harga seperti beras, ayam ras dan tomat pada minggu kedua di bulan Mei 2024.

Hal ini terungkap pada rapat koordinasi inflasi bersama TPID yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara online yang dipimpin oleh Menteri Tito Karnavian dan dihadiri langsung oleh Asisten 2 Ni Made Rousmini bersama TPID Buleleng, Senin, 13 Mei 2024 di Kantor Bupati.

Rapat koordinasi inflasi bersama TPID yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara online yang dipimpin oleh Menteri Tito Karnavian dan dihadiri langsung oleh Asisten 2 Ni Made Rousmini bersama TPID Buleleng, Senin, 13 Mei 2024 di Kantor Bupati.
Rapat koordinasi inflasi bersama TPID yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara online yang dipimpin oleh Menteri Tito Karnavian dan dihadiri langsung oleh Asisten 2 Ni Made Rousmini bersama TPID Buleleng, Senin, 13 Mei 2024 di Kantor Bupati. Sumber foto: Kominfosanti Buleleng

Dari data BPS Buleleng berdasarkan potensi dan perkiraan dari total 327 paket komoditas yang diolah Survei Harga Konsumen BPS, 23 komoditas cennderung mengalami penurunan harga (deflasi) dan 23 jenis komoditas mengalami kenaikan harga (inflasi) dan 281 jenis komoditas relatif stabil/stagnan tidak mengalami perubahan harga.

Baca Juga  Rest Area dan Ramp Check, Upaya Dishub Denpasar Kurangi Kemacetan Nataru

Pada minggu kedua di bulan Mei 2024, bahan pokok utama seperti beras cenderung melemah, atau mengalami penurunan harga seiring peningkatan produksi dan dampak panen raya.

Selain itu sejumlah komoditas bergejolak (volatile food) seperti daging ayam ras dan tomat yang sebelumnya mengalami inflasi bulan April lalu, sekarang mengalami deflasi. Sebaliknya cabai merah yang sebelumnya deflasi berpotensi mengalami inflasi, termasuk bawang merah masih menunjukkan sinyal berpotensi dan diperkirakan alami inflasi.

Baca Juga  Mahayastra-Agung Mayun Gelar Mejaya-Jaya, Siap Pimpin Gianyar 2025-2030

Dari historis data dan pantauan perkembangan harga konsumen di Kota Singaraja pada minggu kedua bulan Mei 2024 berpotensi alami deflasi secara periodic bulan ke bulan (m-to-m). Namun perlu diwaspadai ke depan dan menjadi focus perhatian terhadap komoditas yang memberi andil inflasi dalam periode bulan ke bulan (m-to-m) maupun tahun ke tahun (y-to-y) dengan tetap menjaga stabilitas harga terutama pada komoditas pangan dan komponen bergejolak (volatile) lainnya. Dan perlu langkah nyata untuk menahan laju inflasi agar tidak berlanjut pada periode bulan ke bulan berikutnya.

Diharapkan TPID Buleleng terus bersinergi dalam memantau, mengawasi dan mengendalikan komoditas baik dari sisi produksi, distribusi sebagai upaya kongkret pengendalian inflasi daerah, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Wujudkan Peningkatan Jalan Lokapaksa–Ularan Setelah Puluhan Tahun Rusak

Sementara dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengungkapkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi tertinggi, mencapai 0,93%, dari angka inflasi month-to-month (m-to-m) bulan April sebesar 0,25%.

Meskipun demikian, Mendagri menyatakan rasa syukurnya karena angka inflasi masih terkendali dan berada di bawah target nasional tahun ini, yakni antara 2,5% dan 3,5%. Pada kesempatan itu, Mendagri juga menekankan pentingnya menjaga inflasi agar harga bahan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat. (adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments