spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungLestarikan Alam Lewat Aksi Nyata, Pemkab Badung Tanam Pohon Bodhi Serentak

Lestarikan Alam Lewat Aksi Nyata, Pemkab Badung Tanam Pohon Bodhi Serentak

GATRABALI.COM, BADUNGPemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan penanaman pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang dilaksanakan serentak di tiga lokasi suci, yakni Desa Pecatu, Kelurahan Kapal, dan Desa Pelaga pada Selasa, 8 April 2025.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana, khususnya dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Kegiatan tersebut melibatkan langsung jajaran pimpinan daerah. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan penanaman pohon di area Pura Wi Mukti, Desa Pecatu.

Baca Juga  OJK Bali Integrasikan Nilai Budaya dan Tata Kelola Modern dalam Dharma Wacana HUT ke-14

Di tempat berbeda, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dan Nyonya Yunita Alit Sucipta menanam pohon di Pura Sada, Kelurahan Kapal.

Sementara Sekretaris Daerah I.B. Surya Suamba dan Nyonya Olivia Surya Suamba menanam pohon Bodhi di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Pelaga.

Kegiatan ini tidak sekadar simbolik, melainkan bagian dari program berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekologis kawasan pura yang menjadi pusat spiritual masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa pelestarian lingkungan dilakukan tidak hanya di ruang publik, tetapi juga di tempat-tempat suci yang memiliki nilai filosofis tinggi.

Baca Juga  Buka PORJAR Atletik, Wabup Diar Ajak Pelajar Junjung Tinggi Sportivitas

“Pohon Bodhi memiliki banyak manfaat, dari sisi lingkungan hingga spiritual. Ia mampu menyerap emisi karbon, menjaga kelembaban tanah, dan menciptakan suasana rindang dan damai, terutama di lingkungan pura yang merupakan pusat kontemplasi dan persembahyangan,” ujar Bupati Adi Arnawa usai kegiatan.

Sebelum penanaman, seluruh jajaran juga melaksanakan persembahyangan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan restu kepada alam semesta, agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga  Ini Prakiraan BMKG Terkait Tinggi Gelombang di Perairan Bali

Pemilihan Pura Wi Mukti, Pura Sada, dan Pura Penataran Agung Pucak Mangu sebagai lokasi penanaman memiliki makna strategis dan spiritual. Ketiga pura tersebut merupakan titik-titik penting dalam pemujaan masyarakat dan dinilai sangat cocok untuk dikembangkan sebagai pusat pelestarian alam berbasis kearifan lokal.

Melalui gerakan ini, Pemkab Badung berharap akan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga alam di sekitarnya, terutama di kawasan suci yang tidak hanya perlu dijaga secara spiritual, tetapi juga dari aspek lingkungan hidup demi keseimbangan yang berkelanjutan.(gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments