GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mengakselerasi digitalisasi keuangan daerah guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), memperkuat transparansi, dan membangun kepercayaan publik.
Hal ini ditegaskan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra seusai menghadiri High Level Meeting (HLM) Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Kabupaten Buleleng 2025 di Hotel Lovina Haven, Rabu, 16 Juli 2025.
Sutjidra menyampaikan kebanggaannya karena Buleleng kembali meraih penghargaan digitalisasi terbaik untuk wilayah Jawa-Bali dua tahun berturut-turut.
“Penghargaan ini bukti keseriusan kita dalam mengimplementasikan pembayaran digital, baik untuk pajak maupun retribusi,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati menekankan bahwa penghargaan hanyalah motivasi awal. Fokus utama Pemkab kini adalah memperluas dan mengoptimalkan penerapan digitalisasi.
“Digitalisasi penting untuk mencegah kebocoran, memastikan transparansi, dan memberi jaminan kepada masyarakat bahwa pajak yang mereka bayar betul-betul masuk ke kas daerah untuk pembangunan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, semakin luas cakupan layanan digitalisasi, semakin tinggi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, yang berujung pada peningkatan PAD.
Namun, Sutjidra mengakui masih ada tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah rendahnya pemahaman masyarakat tentang sistem pembayaran digital seperti QRIS.
“Sosialisasi harus ditingkatkan karena banyak warga yang belum familiar, bahkan ada yang belum memiliki smartphone,” katanya.
Selain itu, potensi retribusi parkir di tepi jalan dinilai belum tergarap optimal melalui digitalisasi.
“Potensinya besar, tapi implementasi pembayarannya secara digital masih menemui kendala. Tidak semua pengguna jalan siap dengan metode QRIS,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Sutjidra akan menggelar pembahasan lanjutan dengan BPKAD dan Dinas Perhubungan untuk mencari format terbaik.
“Kita akan maksimalkan potensi yang ada agar benar-benar berdampak pada peningkatan PAD,” pungkasnya.(adv/gb)





