GATRABALI.COM, JAKARTA – Upaya memperluas peluang UMKM fashion untuk berkembang kembali dilakukan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra – YDBA) melalui kolaborasi dengan Sparks Fashion Academy (SFA).
Kolaborasi tersebut hadir dalam Fashion Nation 20th Edition bertema “The Future Nostalgic” yang berlangsung Minggu, 20 September 2026 di Main Atrium, Senayan City, Jakarta.
Lima UMKM Fashion Binaan Yayasan Astra – YDBA mendapat kesempatan menampilkan koleksi busana berbahan Tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun tradisional tersebut diolah menjadi busana siap pakai dengan sentuhan desain modern dan bernilai jual tinggi.
Kelima UMKM yang tampil dalam ajang tersebut terdiri dari Soloputri, Alendra, Copa de Flores, Conny’s Creation, dan Kelow. Sebelum fashion show dimulai, Yayasan Astra – YDBA dan SFA juga menggelar mini talkshow yang membahas perjalanan kolaborasi dalam pembinaan UMKM fashion.
Dari Tenun Tradisional hingga Busana Siap Pakai
Koleksi yang ditampilkan dalam Fashion Nation 2026 menjadi bagian dari hasil pembinaan Yayasan Astra – YDBA terhadap pelaku UMKM tenun di Manggarai Barat selama dua tahun terakhir. Wilayah tersebut merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA).
Pembinaan dilakukan mulai dari sisi hulu hingga hilir. Pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dalam peningkatan teknik tenun, standardisasi produk, serta pengelolaan usaha agar mampu memenuhi standar Quality, Cost & Delivery (QCD) yang dibutuhkan industri fashion.
Selain itu, pendampingan juga diarahkan untuk memperluas akses pasar sehingga produk tenun dapat masuk ke dalam rantai pasok. Bersama SFA, kain tenun tradisional kemudian dikembangkan oleh para desainer menjadi koleksi busana siap pakai dengan karakter masing-masing brand, sekaligus tetap mempertahankan identitas budaya.
Ketua Pengurus Yayasan Astra – YDBA, Rahmat Samulo, mengatakan pengembangan wastra perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya. Menurutnya, wastra juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk modern yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Bagi Yayasan Astra – YDBA, wastra bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang bagi UMKM untuk naik kelas. Lewat kolaborasi dengan SFA, UMKM binaan kami dibekali sense of business sekaligus sense of design, sehingga Tenun Manggarai Barat dapat hadir sebagai busana modern yang siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rahmat Samulo.
Kelima UMKM Fashion Binaan yang tampil telah melalui proses kurasi bersama tim mentor SFA dalam program Fashion Design Intermediate.
Sejumlah aspek menjadi pertimbangan dalam proses tersebut, antara lain keaktifan dan konsistensi selama pelatihan, perkembangan serta kualitas pengerjaan proyek, keunikan DNA brand yang sesuai dengan tema “The Future Nostalgic”, kemampuan mengolah tenun Manggarai menjadi produk modern, serta komitmen mengikuti seluruh rangkaian program hingga Fashion Nation 2026.
- Soloputri hadir dengan eksplorasi eco coloring, siluet minimalis dan motif yang terinspirasi dari identitas Indonesia.
- Alendra mengandalkan kekuatan wastra dengan kemampuan memadukan unsur etnik menjadi tampilan modern yang komersial.
- Copa de Flores menghadirkan desain yang mendapat pengaruh dari arsitektur dan karakter tenun Nusa Tenggara dalam gaya modern serta youthful.
- Conny’s Creation mengeksplorasi experimental textile dengan gaya eclectic.
- Sementara Kelow mengusung spesialisasi denim, gaya edgy serta sentuhan etnik kontemporer yang dekat dengan karakter anak muda.
- Memasuki Tahun Ketiga Kolaborasi
Kolaborasi Yayasan Astra – YDBA dan SFA pada 2026 memasuki tahun ketiga setelah pelatihan bersama dimulai pada 2024. Adapun keikutsertaan UMKM Fashion Binaan dalam Fashion Nation telah berlangsung sejak 2025.
Setiap tahun, Yayasan Astra – YDBA membina sekitar 100 UMKM fashion. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 UMKM mengikuti program kolaborasi dengan SFA yang terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu Basic, Intermediate, dan Professional.
Program tersebut mencakup pembelajaran dasar desain fashion, riset tren, pengembangan merek, persiapan koleksi untuk pasar retail hingga perencanaan ekspansi bisnis.
Dalam setiap batch, lima UMKM memperoleh kesempatan untuk tampil di Fashion Nation. Sementara itu, 20 UMKM lainnya hadir untuk memberikan dukungan sekaligus memperoleh insight yang dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis masing-masing.
Dalam pembinaan Rantai Pasok UMKM Yayasan Astra – YDBA, SFA berperan sebagai expert sekaligus mentor desain. Peran tersebut mencakup penguatan kompetensi industri fashion, mulai dari desain dan riset tren hingga branding.
Menghadapi perkembangan industri fashion Indonesia menuju 2027 yang diprediksi sebagai tahun recovery, Yayasan Astra – YDBA berharap semakin banyak kolaborasi lintas sektor yang dapat membuka kesempatan bagi wastra lokal untuk berkembang hingga panggung nasional dan global.
Yayasan Astra – YDBA juga berkomitmen melanjutkan pendampingan bagi UMKM fashion dan kerajinan dari hulu hingga hilir agar mampu bertahan sekaligus berkembang dan naik kelas.
Tentang Astra
Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi ‘Berikan Kail Bukan Ikan’. Pendirian yayasan tersebut merupakan bentuk komitmen Astra untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa, sebagaimana amanat butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”.
Yayasan Astra menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang mencakup sektor manufaktur, baik yang berkaitan dengan value chain bisnis Astra maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, kerajinan & kuliner serta pertanian. Program pembinaan tersebut ditujukan untuk membantu UMKM naik kelas dan mandiri.
Untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan, Yayasan Astra mendirikan cabang di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak. Saat ini terdapat 18 cabang yang tersebar di Cakung, Jakarta Timur; Banyuwangi, Jawa Timur; Bantul, DIY; Solo, Tegal, dan Banyumas, Jawa Tengah; Citeureup Bogor dan Bandung, Jawa Barat; Lebak dan Tangerang, Banten; Sangatta, Paser, Bontang, dan Berau, Kalimantan Timur; Manggarai Barat dan Manggarai Timur, NTT; Barito Utama, Kalimantan Tengah; serta Tanjung, Kalimantan Selatan.
Selain itu, Yayasan Astra memiliki dua proyek pembinaan UMKM di Salatiga, Jawa Tengah, dan Garut, Jawa Barat. Sepanjang 2025, Yayasan Astra telah memberikan pembinaan kepada 1.975 UMKM di bidang Manufaktur, Bengkel, Kerajinan & Kuliner serta Pertanian dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 15.753 orang.(ri/gatrabali)


