GATRABALI.COM, BULELENG – Kawasan wisata Lovina di Bali Utara mulai memasuki tahap pembenahan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Buleleng menandai dimulainya proyek tersebut melalui seremoni peletakan batu pertama di Pantai Tasik Madu, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa. Penataan ini diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Lovina sebagai destinasi unggulan di wilayah Bali Utara.
Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa proyek ini mencakup peningkatan kualitas akses jalan menuju kawasan wisata, penataan jalur pejalan kaki, pembaruan fasilitas umum, hingga penataan area pesisir. Selain itu, pembenahan sistem penerangan dan pengelolaan kebersihan juga menjadi prioritas agar kawasan lebih tertata dan nyaman.
“Kami ingin Lovina menjadi destinasi yang lebih rapi, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak semata berorientasi pada fisik, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan serta karakter lokal yang menjadi daya tarik utama Lovina. Pemerintah daerah juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha setempat agar proses penataan berjalan selaras dengan kebutuhan dan identitas kawasan.
Selain pembenahan infrastruktur, upaya promosi destinasi juga akan diperkuat untuk meningkatkan daya tarik Lovina di pasar domestik maupun internasional. Dengan dukungan sarana yang lebih memadai, diharapkan angka kunjungan wisatawan dapat terus bertumbuh dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menyampaikan bahwa proyek ini memiliki nilai kontrak Rp14,1 miliar yang telah melalui proses tender. Pekerjaan dilaksanakan oleh penyedia jasa lokal dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas hasil pembangunan.
“Proses tender sudah dilalui sesuai prosedur. Kami juga melibatkan aparat penegak hukum serta Inspektorat dalam pengawasan agar pelaksanaan berjalan transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap dan terencana, Pemkab Buleleng optimistis Lovina akan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bali Utara.(adv/gb)


