GATRABALI.COM, GIANYAR – BPR Kanti akan meluncurkan Corporate Culture Transformation atau Transformasi Budaya Perusahaan yang menandai sebuah lompatan paradigma dari sekadar lembaga keuangan menjadi institusi yang hidup bersama masyarakat sebagai “communitybank” yang berada di tengah lingkungan masyarakat setempat.
“Kami percaya keberhasilan lembaga keuangan tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset dan laba semata. Keberhasilan sejati harus diukur dari sejauh mana institusi mampu menciptakan manfaat, memperkuat kepercayaan, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat,” kata Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba dalam acara jumpa pers di Kantor Pusat BPR Kanti, di Batubulan, Gianyar, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Peluncuran Corporate Culture Transformation BPR Kanti menuju Community Bank ini akan dilakukan bersamaan dengan Peluncuran dan Bedah Buku Lawar Leadership pada 1 Juni 2026 yang juga bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
Melalui transformasi budaya perusahaan ini, ujar Arya Amitaba, BPR Kanti menjadi institusi yang semakin mampu mendengar denyut kebutuhan masyarakat setempat. Institusi yang bertumbuh bersama komunitas dan institusi yang hadir sebagai bagian dari solusi kehidupan.
“Transformasi budaya ini dibangun di atas fondasi nilai KANTI yakni Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi dan Inovasi
serta diperkuat melalui budaya kerja DKKB (Disiplin, Komunikasi, Kolaborasi dan Belajar Berkelanjutan,” ucapnya.
Arya Amitaba menegaskan, nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi napas organisasi, kompas moral dan fondasi perilaku seluruh insan BPRKanti.
“Melalui transformasi ini, BPR Kanti menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga kokoh secara sosial, budaya, moral, dan spiritual,” katanya.
Momentum pada 1 Juni 2026 ini, lanjut Arya Amitaba, bukan sekadar peluncuran sebuah buku dan transformasi organisasi, melainkan adalah peneguhan arah sebuah deklarasi nilai. Sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model kepemimpinan yang berakar kuat pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan sering kali kehilangan akar nilai, BPR Kanti memilih untuk menegaskan kembali sebuah keyakinan bahwa masa depan yang kuat tidak dapat dibangun hanya dengan kecanggihan sistem, teknologi, dan modal, melainkan harus ditopang oleh karakter, integritas, budaya, serta kepemimpinan yang berjiwa pengabdian,” ujarnya menambahkan.
Peluncuran ini dinilai menjadi simbol lahirnya sebuah gerakan nilai yang menghubungkan warisan kebijaksanaan leluhur dengan kebutuhan zaman modern. “Gerakan yang meyakini bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi energi masa depan,” kata pria yang sudah 28 tahun memimpin BPR Kanti ini. (ism/gb)





