GATRABALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan tata kelola berbasis riset dan inovasi.
Hal ini tampak saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian Mangupura Award, Badung Festival Inovasi, dan Adi Karya Nugraha 2025 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis, 27 November 2025, yang sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran Badung BRILIAN.
Program Badung BRILIAN merupakan gagasan strategis BRIDA Badung untuk membangun ekosistem riset yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berbasis data.
Inisiatif ini digadang-gadang menjadi wadah untuk mendorong inovasi kebijakan dan pengembangan teknologi yang dapat langsung diimplementasikan di masyarakat.
Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada seluruh peserta inovasi serta BRIDA Badung. Ia menegaskan bahwa Mangupura Award adalah instrumen penting untuk melihat kinerja sekaligus inovasi dari perangkat daerah, pemerintah desa, kelurahan hingga perguruan tinggi.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini ajang bergengsi bagi perangkat daerah dan seluruh jajaran Pemkab Badung untuk terus mengukur, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dari kompetisi inilah lahir gagasan-gagasan baru yang bisa kita dorong untuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Kepala BRIDA Badung, I Wayan Putra Yadnya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tahun ini selaras dengan misi keenam Bupati dan Wakil Bupati Badung mengenai tata kelola pemerintahan yang profesional dan berbasis digital.
Ia menyatakan bahwa seluruh ajang penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kreativitas pelajar, mahasiswa, perangkat daerah, hingga masyarakat umum.
Pada kesempatan tersebut, diumumkan para pemenang dari tiap kategori, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa/kelurahan, hingga inovator muda di tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi.
Selain itu, sejumlah inovasi masyarakat juga meraih penghargaan Adi Karya Nugraha, seperti model ekonomi sirkuler perkebunan kopi, pengembangan teknologi energi terbarukan, hingga inovasi digital berbasis budaya.
Bupati Adi Arnawa berharap keberadaan Badung BRILIAN mampu menjadi pusat kolaborasi riset melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, industri dan media, sehingga inovasi yang lahir benar-benar berdampak bagi pembangunan Badung.
Acara tersebut turut dihadiri Sekda Badung I B Surya Suamba, para kepala OPD, lurah dan perbekel, tim juri, serta seluruh peserta inovasi tahun 2025.(ri/gb)





