GATRABALI.COM, BADUNG – Yayasan Bedo menandai usia ke-20 dengan kembali menggelar Market Find Expo 2025, sebuah pameran B2B yang dikhususkan bagi UMKM skala kecil.
Acara ini berlangsung selama dua hari dan menghadirkan sekitar 100 pelaku usaha dari sektor fashion, kerajinan tangan, hingga kuliner, dengan target kunjungan mencapai 1.500 orang.
Ketua Bedo, Jeff Kristianto, mengatakan bahwa pameran ini didesain untuk memberi kesempatan pada industri mikro yang selama ini jarang mendapat ruang dalam ajang promosi.
“Biasanya mereka menunggu fasilitas pemerintah untuk bisa ikut pameran. Di sini kami buatkan wadah dengan harga murah dan skala sederhana agar semua bisa ikut memasarkan produk. Buyer yang kami targetkan pun bukan yang meminta satu atau dua kontainer, melainkan pemilik toko kecil, online market, hingga sunday market dari luar negeri,” jelasnya.
Tahun ini, Market Find terasa istimewa dengan hadirnya delegasi dari India, Australia, Filipina, Myanmar, dan Malaysia. Para delegasi tidak hanya membawa produk, tetapi juga jaringan pasar dari negara masing-masing serta berperan sebagai narasumber dalam sejumlah talkshow.
Hari pertama acara difokuskan pada pembekalan ilmu ekspor bagi pelaku UMKM, sementara hari kedua menyoroti potensi ekspor fashion melalui diskusi bersama perwakilan Australia dan Malaysia.

Ketua Panitia, Zanny Chandra, menambahkan bahwa tujuan utama Market Find adalah mempertemukan UMKM yang siap ekspor tetapi masih berproduksi dalam jumlah kecil dengan buyer yang juga membeli dalam kapasitas terbatas.
“Kita ingin mereka bisa tumbuh bersama. Selain pameran, ada talkshow dengan pembicara profesional, pemerintah, perbankan, serta kelas pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah, Ina Krisnamurthi, Duta Besar RI untuk India, yang hadir secara langsung, menegaskan komitmen Kedutaan Besar RI di New Delhi sebagai sponsor utama kegiatan ini.
“Market Find adalah kesempatan bagi pahlawan ekonomi Indonesia, UMKM dan IKM, untuk berkiprah di dunia internasional. Saya melihat produk yang dihasilkan, meski skala UMKM, kualitasnya tidak kalah dengan produk mewah. Harapan saya mereka mampu menjaga jumlah, kualitas, dan konsistensi produksi agar bisa bersaing di pasar global,” ungkapnya.
Salah satu delegasi dari India bahkan menyatakan minat besar terhadap produk Bali karena memiliki kedekatan budaya dan selera pasar. Namun, mereka menekankan pentingnya pembahasan lebih lanjut terkait regulasi ekspor-impor dan tarif perdagangan.
Dengan semangat kolaborasi internasional ini, Market Find Expo 2025 diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Indonesia menuju pasar global, sekaligus memperkuat posisi produk lokal di kancah internasional.(ri/gb)





