spot_img
spot_img
BerandaBalimyBCA BTR Ultra 2026 kembali Digelar di Kintamani, Dorong Bali sebagai Destinasi...

myBCA BTR Ultra 2026 kembali Digelar di Kintamani, Dorong Bali sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia

GATRABALI.COMDENPASAR – Ajang lari lintas alam internasional myBCA BTR Ultra 2026 presented by Asics kembali digelar di kawasan Kintamani, Bangli, pada 15-17 Mei 2026.

Memasuki edisi ketujuh, Bali Trail Running (BTR) menghadirkan berbagai inovasi dengan fokus pada kualitas lomba, keselamatan peserta, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Race atau Project Director myBCA BTR Ultra 2026, I Putu Agus Darmayuda, mengatakan event tahun ini diikuti sebanyak 5.916 peserta dari 62 negara dengan enam kategori lomba, yakni 7K, 7K Kids, 18K, 30K, 60K, dan 100K. Jumlah tersebut meningkat 47 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang diikuti 4.007 peserta.

Ia menjelaskan, konsep trail running yang dihadirkan BTR tidak hanya menonjolkan sisi ekstrem olahraga, tetapi juga dikemas lebih menarik dan menyenangkan agar dapat dinikmati berbagai kalangan.

“Dalam ajang BTR Ultra ini, kami mengemas balapan trail running bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, ekstrem, atau menegangkan. Sebaliknya, kami ingin memperkenalkan olahraga ini kepada para peserta dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan (fun). Tujuannya agar mereka yang awalnya tidak tahu tentang mendaki gunung atau kurang peduli terhadap alam, menjadi lebih tertarik dan peduli setelah mengikuti kegiatan ini,” ujar Agus Darmayuda.

Baca Juga  'Pemprov Bali Hadir' Berikan Bantuan kepada Keluarga Kurang Mampu di Kabupaten Bangli

Menurutnya, pendekatan tersebut juga diterapkan melalui pengaturan cut off time yang dirancang lebih nyaman sehingga tingkat finisher peserta dapat mencapai lebih dari 75 persen. Untuk pelaksanaan tahun 2026, panitia berkomitmen terus melakukan evaluasi terhadap rute, kesiapan logistik, hingga peningkatan kualitas panitia demi memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

Pada kategori ultra dengan jarak terjauh, panitia juga melakukan kaji ulang terhadap jalur yang dilalui peserta, khususnya di area turunan yang sebelumnya sempat mengalami longsor. Rute baru dipilih dengan mempertimbangkan aspek keselamatan tanpa mengurangi tantangan khas trail running.

Selain fokus pada kualitas lomba, myBCA BTR Ultra 2026 juga mengedepankan konsep ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis daur ulang. Seluruh sampah yang dihasilkan selama event, mulai dari area water station hingga restoran, akan dikelola oleh tim waste management untuk kemudian diolah kembali menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.

Baca Juga  Gegara Istrinya Diselingkuhi, Putu Jual Motor Iparnya

Beberapa material bekas bahkan akan diproses menjadi barang baru berbahan recycle. Salah satu contohnya adalah pakaian bekas yang dapat diolah menjadi gelas daur ulang, di mana sebagian besar gelas yang digunakan dalam event ini berasal dari hasil recycle.

Komitmen keberlanjutan tersebut juga diwujudkan melalui penggunaan jersey berbahan daur ulang. Pada penyelenggaraan tahun 2026, BTR akan memproduksi sekitar 12 ribu jersey yang terdiri atas race jersey dan finisher jersey bagi hampir enam ribu peserta. Seluruh jersey yang diproduksi diwajibkan menggunakan 100 persen bahan recycle tanpa campuran material lain.

Panitia juga menggandeng ACS Bali Foundation untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara profesional sehingga tidak ada sampah kegiatan yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPS).

Ketua Bali Trail Running, I Made Budiana, mengatakan myBCA BTR Ultra 2026 ingin mengajak lebih banyak masyarakat mengenal olahraga trail running, bukan hanya sebagai olahraga ekstrem, tetapi juga sebagai sarana promosi wisata alam Bali yang memiliki bentang alam dan panorama indah.

Baca Juga  Pemkab Bangli Perkuat Fondasi Investasi Daerah Melalui Pendampingan OSS RBA

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk desa adat dan masyarakat lokal, dalam mendukung kelancaran event sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap konservasi lingkungan.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan myBCA BTR Ultra 2026 yang dinilai mampu menjadi sarana promosi wisata Kintamani ke tingkat internasional. Ia menyebut kehadiran hampir enam ribu peserta memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

“Dengan adanya kegiatan yang menghadirkan hampir 6.000 peserta, tentunya sangat berdampak pada tingkat hunian hotel dan villa di Kintamani dan sekitarnya,” ujar Sedana Arta.

Menurutnya, dampak positif tersebut turut dirasakan pelaku UMKM lokal mulai dari warung makan dan minuman, coffee shop, warung kelontong hingga jasa ojek di kawasan Kintamani dan sekitarnya.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments