spot_img
BerandaBaliBadungNgenteg Linggih dan Mamungkah di Desa Baha, Bupati Adi Arnawa Ajak Warga...

Ngenteg Linggih dan Mamungkah di Desa Baha, Bupati Adi Arnawa Ajak Warga Jaga Kondusifitas

GATRABALI.COM, BADUNG – Suasana religius menyelimuti Desa Baha, Kecamatan Mengwi, saat krama Banjar Kedua melaksanakan upacara Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit Wraspati Kalpa, serta Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Uluning Banjar dan Balai Banjar Kedua, Rabu, 3 September 2025.

Upacara ini dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD Badung Dapil Mengwi, perangkat desa, bendesa adat, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga atas kebersamaan krama Banjar Kedua yang berhasil menyelesaikan pembangunan Balai Banjar baru berlantai dua dengan fasilitas basement dan lumbung.

Baca Juga  Pemkab Jembrana Canangkan Cepaka Putih sebagai Maskot, Bupati Kembang: Jangan Berhenti pada Simbol

Ia menilai semangat gotong royong masyarakat sejalan dengan visi Pemkab Badung dalam melestarikan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya.

“Saya bersyukur bisa hadir mendampingi krama Banjar Kedua pada karya agung ini. Mari bersama-sama ngrastiti, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh umat. Di sisi lain, saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, karena kondusifitas wilayah menjadi pondasi penting keberlangsungan pariwisata sebagai sektor utama Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Realisasi SPD Badung Tembus 89,23 Persen, Bupati Adi Arnawa Ingatkan OPD soal Dampak Program

Sebagai wujud dukungan, Bupati menyerahkan dana punia sebesar Rp 20 juta dan turut mengikuti sembahyang bersama krama.

Manggala Prawartaka Karya, I Wayan Bawa, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung yang telah banyak membantu, termasuk pemberian hibah senilai Rp 7 miliar untuk pembangunan Balai Banjar.

Ia menjelaskan, pembangunan ini dilaksanakan secara bertahap sejak 2019 di atas lahan seluas 7 are yang dibeli oleh krama, dan rampung pada 2024.

“Kami sepakat membangun balai banjar baru karena bangunan lama sudah tidak representatif. Balai banjar lama kini difungsikan sebagai koperasi. Terima kasih atas dukungan Bupati, DPRD, dan Pemerintah Desa Baha sehingga pembangunan dan karya dapat berjalan sesuai harapan krama,” jelasnya.

Baca Juga  Sekda Buleleng Instruksikan Asesmen Cepat untuk Siswa SMP yang Kurang Lancar Membaca

Terkait pelaksanaan karya, krama Banjar Kedua telah ngayah selama tiga bulan. Upacara dipuput Ida Pedanda Griya Babakan, Padang Aling, dengan puncak karya direncanakan pada Purnama Ketiga, Minggu, 7 September 2025.

Biaya keseluruhan karya diperkirakan Rp 800 juta yang bersumber dari APBDes Rp 500 juta, dana punia Rp 58 juta, serta swadaya masyarakat.(gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments