spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungTPA Suwung Ditutup, Pemkab Badung Cari Solusi Inovatif Pengolahan Sampah

TPA Suwung Ditutup, Pemkab Badung Cari Solusi Inovatif Pengolahan Sampah

GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengelolaan sampah di seluruh desa dan kelurahan.

Hal ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengelolaan Sampah di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu, 3 September 2025, yang turut dihadiri Sekda IB. Surya Suamba, camat, lurah, dan perbekel se-Badung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya langkah konkret dalam menangani sampah.

Ia mengapresiasi desa yang TPS3R-nya sudah berfungsi optimal, sekaligus membuka peluang bagi penggunaan teknologi baru dari perusahaan penyedia solusi pengolahan sampah.

Baca Juga  Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Sutjidra Ajak Warga Lakukan Langkah Nyata untuk Iklim

“Masalah sampah tidak bisa hanya sekadar teori, harus ada tindakan nyata. Saya ingin teknologi yang kita gunakan benar-benar menyelesaikan masalah, bukan menambah residu yang sulit ditangani, apalagi dengan ditutupnya TPA Suwung,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti perlunya inovasi agar residu sampah bisa diolah kembali menjadi produk bermanfaat seperti batako. Menurutnya, pemilihan teknologi harus melibatkan semua pihak terkait, mulai dari perangkat desa hingga OPD teknis, sehingga solusi yang dipilih benar-benar tepat guna.

Baca Juga  Kebakaran Landa Usaha Biliard di Jalan Tukad Pakerisan

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, IB. Gede Arjana, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini dari 62 desa dan kelurahan di Badung, sebanyak 41 di antaranya telah memiliki TPS3R dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle (3R). Meski demikian, masih ada desa dan kelurahan yang terkendala pembangunan TPS3R akibat keterbatasan lokasi, operasional, maupun SDM.

“Bapak Bupati sudah memberikan arahan agar desa dan kelurahan yang belum memiliki TPS3R segera menyiapkan lahan. Sementara kebutuhan sarana, prasarana, hingga biaya operasional dapat diajukan melalui proposal untuk dibantu dengan dana hibah atau BKK,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Resmikan Kantor Perbekel Cemagi, Serahkan BKK Rp 3 Miliar Lebih

Langkah percepatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah di Badung secara menyeluruh, sehingga sampah dapat ditangani dari sumbernya dan tidak lagi menumpuk di TPA.

Selain itu, gerakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.(gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments