spot_img
spot_img
BerandaBaliNgenteg Linggih di Kantor Bupati, Pemkab Tabanan Mantapkan Nilai Spiritual

Ngenteg Linggih di Kantor Bupati, Pemkab Tabanan Mantapkan Nilai Spiritual

GATRABALI.COMTABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan menuntaskan rangkaian sakral Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih yang dipusatkan di Padmasana Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Sabtu (3/1/2025).

Upacara ini menjadi puncak persembahyangan bersama jajaran Pemkab Tabanan dalam rangka menjaga keseimbangan sekala dan niskala di pusat pemerintahan daerah.

Puncak pujawali dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua TP PKK Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati I Made Dirga beserta istri, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Selain jajaran internal, persembahyangan bersama ini juga diikuti Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, pimpinan instansi vertikal, perwakilan BUMD, para sulinggih, pemangku (PSN), prawartaka karya, hingga unsur masyarakat yang turut ngayah sejak awal persiapan karya.

Rangkaian puncak pujawali diawali sehari sebelumnya melalui prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, kemudian dilanjutkan dengan pekemitan pada malam harinya. Keseluruhan rangkaian upacara ini dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya pasca renovasi Kantor Bupati Tabanan pada tahun 2023.

Baca Juga  Peringatan HUT Bali ke-66 di Tabanan, 70 Paskibraka Resmi Dikukuhkan

Pelaksanaan pujawali yang bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut memberikan makna tersendiri, karena hari suci tersebut dimaknai sebagai simbol kasih sayang, keharmonisan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan alam semesta. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat spirit kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Tak hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah Ida Bhatara, persembahyangan juga dipersembahkan sebagai doa ngrestiti jagat. Doa dipanjatkan agar keselamatan dan kerahayuan senantiasa tercurah, termasuk bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.

Nuansa khidmat terasa sepanjang prosesi dengan ayah-ayahan sekaa gong lanang dan istri, tarian Rejang Dewa, serta persembahan budaya tridatu. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama istri-istri kepala perangkat daerah dan pegawai perempuan Pemkab Tabanan turut ngayah menarikan Rejang sebagai simbol ketulusan dan bhakti.

Baca Juga  Wabup Badung Hadiri Karya Dewa Yadnya di Merajan Pratisentana Penyarikan Dalem Kedonganan

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian yadnya.

“Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran, sekaa gong, tari rejang, semuanya yang sudah ngayah, matur suksema setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian besar yang telah berlangsung sejak dua tahun terakhir.

“Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karrya yang terakhir. Pujawali jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkap Sanjaya.

Baca Juga  Kinerja Ekonomi Bali Dapat Pengakuan Nasional, Gubernur Koster Terima Tribun Bali Award 2026

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa piodalan ini menjadi landasan spiritual dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.

Menutup rangkaian sambutan, Bupati Sanjaya mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan solidaritas di tengah situasi bencana nasional.

“Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments