spot_img
spot_img
BerandaBaliNuanu Future Talks Hadirkan Deretan Chef Kelas Dunia, Perkuat Posisi Bali sebagai...

Nuanu Future Talks Hadirkan Deretan Chef Kelas Dunia, Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Kuliner Internasional

GATRABALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City akan menjadi pusat pertemuan pelaku industri kuliner dan hospitality internasional melalui penyelenggaraan Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0 pada 3 Juli 2026.

Konferensi satu hari penuh ini digadang menjadi salah satu forum hospitality terbesar di Bali dengan menghadirkan lebih dari 20 pembicara dari berbagai negara.

Konferensi tersebut akan mempertemukan restaurateur, chef kelas dunia, operator hospitality, investor, supplier, hingga jurnalis internasional dalam satu panggung. Selain sesi diskusi, acara juga menghadirkan pameran mitra industri, area market stall, serta afterparty yang berlangsung di DOME Garden sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Gastronomy Leaders 2.0 merupakan bagian dari upaya Nuanu memperkuat ekosistem kuliner Bali sekaligus mendorong pulau ini semakin dikenal sebagai destinasi gastronomi kelas dunia.

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan Sutala, distrik kuliner dan gaya hidup yang dibangun di kawasan Nuanu Creative City. Kehadiran Sutala disebut tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi, tetapi juga bertumpu pada kemajuan seluruh industri kuliner Bali.

Baca Juga  Nuanu Creative City Resmi Masuki Fase Baru, Komitmen pada Budaya dan Lingkungan

Melalui Gastronomy Leaders 2.0, Nuanu ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku industri restoran untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan standar, memperkuat jejaring, serta merumuskan arah baru perkembangan industri kuliner di Bali.

Forum ini juga menghadirkan perspektif internasional dengan mengundang sejumlah tokoh berpengaruh dari Australia dan Timur Tengah, dua kawasan yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Bali sebagai destinasi kuliner.

Editor Time Out Sydney, Avril Treasure, dijadwalkan membahas bagaimana industri di Australia memandang Bali beserta peluang yang dapat dikembangkan di masa depan. Sementara itu, Cláudia de Brito dari MENA’s 50 Best dan World’s 50 Best Middle East akan mengulas potensi pasar Timur Tengah terhadap industri kuliner Bali.

Konferensi juga menghadirkan sesi perbincangan antara chef berpengalaman Will Meyrick dan jurnalis kuliner Myffy Rigby yang akan membahas perjalanan membangun bisnis restoran selama dua dekade di Asia.

Selain menghadirkan perspektif global, Gastronomy Leaders 2.0 turut mengangkat perjalanan para pelaku industri kuliner Bali yang selama ini membangun usaha melalui inovasi, keberanian mengambil risiko, dan konsistensi menjaga kualitas.

Baca Juga  Pj Gubernur Bali Sambut Implementasi Elektronik DIPA 2025

Berbagai kisah tersebut akan dibagikan oleh operator beach club, pemilik restoran independen, hingga chef ternama dunia seperti Thi Le, Chef-Owner Anchovy Melbourne sekaligus Chef of the Year 2026, World’s Best Pastry Chef 2021 Will Goldfarb, serta chef peraih dua bintang Michelin, Syrco Bakker.

Dalam sesinya bertajuk This Is Still Vietnamese, Thi Le akan berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga identitas budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun karya kuliner di mana pun seorang chef berkarya.

F&B Curator Nuanu, Evgenia Golomuz, mengatakan pengembangan Sutala tidak dapat dipisahkan dari kemajuan industri kuliner Bali secara keseluruhan.

“Sutala hanya dapat berkembang jika Bali juga berkembang. Kami tidak ingin membangun sebuah destinasi kuliner di tengah industri yang berjalan sendiri. Sebaliknya, kami ingin bertumbuh bersama seluruh ekosistem. Dengan menghadirkan chef-chef terbaik dunia untuk menginspirasi talenta lokal, mengundang media internasional yang berperan membentuk citra Bali di mata dunia, serta mempertemukan seluruh pelaku industri dalam satu ruang, kami percaya Bali dapat semakin dikenal sebagai destinasi kuliner kelas dunia sekaligus menjadi tempat yang lebih baik untuk mengembangkan bisnis hospitality,” ujar Evgenia Golomuz.

Baca Juga  Pj Gubernur Bali Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat Tangani Sampah Kiriman di Pantai Kuta

Gastronomy Leaders 2.0 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan edisi pertama pada Maret 2026 yang diikuti lebih dari 300 peserta dan menghadirkan 24 pembicara. Tahun ini, penyelenggara kembali menghadirkan beragam agenda, mulai dari keynote, panel diskusi, fireside conversation, hingga sesi berbagi pengalaman dari para chef internasional.

Selain konferensi, peserta juga dapat mengunjungi Sutala Market Stalls yang mempertemukan berbagai brand, supplier, dan produsen dengan pelaku industri hospitality.

Rangkaian kegiatan juga mencakup press tour bagi media kuliner internasional untuk mengenal lebih dekat perkembangan gastronomi Bali, sebelum ditutup melalui DOME Garden Afterparty sebagai ajang memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi baru.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments