spot_img
BerandaBaliBadungOknum Pembuang Sampah Sembarangan Menghantui, Pengawasan Ditingkatkan di Badung

Oknum Pembuang Sampah Sembarangan Menghantui, Pengawasan Ditingkatkan di Badung

GATRABALI.COM, BADUNG – Persoalan sampah masih menjadi perhatian serius, khususnya di Kabupaten Badung.

Meskipun kesadaran masyarakat mulai tumbuh, faktanya sekitar 40 hingga 50 ton sampah per hari masih tercampur dan dibuang sembarangan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini bukan sepenuhnya, karena oknum-oknum tidak peduli. Banyak sebenarnya sudah mulai sadar pentingnya menjaga kebersihan,

“Sumber sampah yang tidak jelas serta kebiasaan lama yang sulit diubah, membuat pemilahan sampah belum berjalan maksimal”, terang, Sekretaris DLHK Kabupaten Badung, Made Rai Warastuti, Jumat,(17/4/2026) di Mengwi, Badung.

Baca Juga  Dorong Budaya Pilah Sampah, Bupati Badung Terima Ratusan Komposter dan Mesin Pencacah

Ia menyebutkan, Budaya mencampur sampah, baik organik maupun anorganik, disebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Beberapa oknum cenderung memilih cara praktis tanpa memilah, meskipun kondisi di Tempat Pembuangan Sementara atau TPS sudah menuntut sistem pemisahan”, jelasnya.

Dirinya mengatakan, Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Kabupaten Badung tidak tinggal diam.

Bupati dan Wakil Bupati Badung telah mendorong pembentukan satuan tugas disetiap desa dan kelurahan agar lebih aktif mengawasi dan mengedukasi masyarakat.

Baca Juga  Sampah Masih Menjadi Ancaman Ekosistem Mangrove di Tuban

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup bersama Gakkum LHK dan Satpol PP juga akan mengambil langkah tegas.

“Rencananya, setiap hari Rabu akan digelar sidang tindak pidana ringan bagi masyarakat yang masih kedapatan membuang sampah sembarangan”, cetusnya.

Dirinya berharap, melalui langkah tersebut tidak hanya memberi efek jera, akan tetapi mampu merubah pola pikir oknum pembuang sampah sembarangan tersebut.

Baca Juga  TPA Suwung Ditutup, Pemkab Badung Cari Solusi Inovatif Pengolahan Sampah

“Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera, akan tetapi mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa memilah sampah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan”, pungkasnya.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments