spot_img
spot_img
BerandaBaliPataka I Gusti Ngurah Rai Diterima di Jembrana, Mengingat Perjuangan Puputan Margarana

Pataka I Gusti Ngurah Rai Diterima di Jembrana, Mengingat Perjuangan Puputan Margarana

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Puputan Margarana yang diperingati setiap 20 November, Pataka Panji-panji perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai tiba di Bumi Mekepung, Kabupaten Jembrana, pada Senin, 11 November 2024.

Pataka ini dikirab dari Kabupaten Tabanan dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana untuk selanjutnya dikirab keliling Kabupaten Jembrana. Setelah itu, pataka akan disemayamkan selama satu hari sebelum akhirnya diserahkan kepada Pemkab Buleleng.

Upacara serah terima pataka dilaksanakan dalam bentuk apel penerimaan pataka yang dipimpin oleh Sekda Jembrana, I Made Budiasa, bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana.

Baca Juga  Peringatan Pahlawan Kapten Mudita di Tugu Penglipuran, Danrem 163/Wira Satya Dorong Penghargaan Pahlawan Nasional

Acara ini dihadiri oleh anggota Forkopimda, Pemuda Panca Marga, segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), siswa, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibacakan pesan-pesan perjuangan I Gusti Ngurah Rai, termasuk pembacaan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai.

Sekda I Made Budiasa menekankan betapa pentingnya mengenang sejarah perjuangan pahlawan, khususnya peristiwa perang Puputan Margarana, di mana I Gusti Ngurah Rai, selaku Kepala Divisi Sunda Kecil, memimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam melawan pasukan Belanda yang kembali berusaha menguasai Indonesia setelah kekalahan Jepang.

Baca Juga  Wabup Badung Buka Konser Amal HighScope Bali, Dorong Anak Berkarya untuk Sesama

“Tanpa perjuangan pahlawan, salah satunya I Gusti Ngurah Rai, kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini tidak akan terwujud. Perjuangan tersebut menjadi landasan dari pembangunan dan perkembangan negara dan daerah,” tegas Made Budiasa.

Sekda Budiasa menambahkan, pentingnya mengenalkan dan mengajarkan sejarah perjuangan, terutama kepada anak-anak dan generasi muda. Sejarah perang Puputan Margarana, yang berlangsung sengit di Bali, merupakan contoh nyata betapa gigihnya I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan TKR dalam mengusir Belanda guna membebaskan Bali dari penjajahan.

“Pasukan TKR saat itu bertempur habis-habisan untuk mengusir Belanda yang ingin menguasai kembali wilayah yang telah direbut Jepang pada Perang Dunia II. Perang ini mengakibatkan kematian seluruh pasukan I Gusti Ngurah Rai dan dikenang sebagai salah satu Puputan yang terjadi di awal kemerdekaan,” lanjutnya.

Baca Juga  Apel Serah Terima Pataka I Gusti Ngurah Rai di Singaraja, Bangkitkan Semangat Nasionalisme

Budiasa berharap semangat perjuangan I Gusti Ngurah Rai terus digelorakan, terutama di kalangan generasi muda. Dengan mengenang perjuangan para pahlawan, diharapkan mereka dapat semakin mencintai Bali dan berjuang untuk memajukan Bali serta menjaga nilai-nilai budaya, adat, dan tradisi Bali dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments