GATRABALI.COM, TABANAN– Suasana khidmat dan penuh makna spiritual menyelimuti Pura Luhur Batukau, Sabtu 12 April 2025, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar persembahyangan bersama memperingati rahina suci Purnama Kedasa.
Dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati I Made Dirga, Sekretaris Daerah, serta para pejabat perangkat daerah lainnya.
Mengawali kegiatan, Bupati Sanjaya beserta rombongan melakukan simbolisasi pelestarian lingkungan dengan melepas burung perkutut dan memberi makan ikan, sebagai cerminan nilai Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Persembahyangan diawali dari Pura Beji, dilanjutkan menuju pelataran utama Pura Luhur Batukau, dipimpin oleh Jro Mangku setempat. Bagi Sanjaya, ritual ini bukan hanya bagian dari rutinitas keagamaan, tetapi juga sarana menyatukan spirit kepemimpinan dengan nilai-nilai lokal yang luhur.
“Melalui persembahyangan ini, kita memohon kerahayuan, keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk implementasi kepemimpinan yang spiritual,” ujar Bupati Sanjaya.
Usai prosesi, jajaran Pemkab diarahkan untuk berkumpul di wantilan Pura. Di sana, Bupati menyampaikan arahan menyangkut evaluasi program dan kinerja pembangunan daerah yang sedang berjalan, sebagai bagian dari konsolidasi internal yang rutin dilakukan.
Bupati dua periode tersebut menekankan pentingnya menjaga spiritualitas dan keharmonisan dalam mengemban amanah pembangunan, utamanya selaras dengan visi besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan semangat mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Melalui kegiatan ini, diharapkan energi positif yang lahir dari spiritualitas dapat memperkuat tekad para pemimpin dan jajaran Pemkab Tabanan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta terus melaju dalam pembangunan yang berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.(gb)





