spot_img
spot_img
BerandaBaliPemprov Bali Tegaskan Komitmen Atasi Rabies, Gubernur Koster Minta Penanganan Tegas dan...

Pemprov Bali Tegaskan Komitmen Atasi Rabies, Gubernur Koster Minta Penanganan Tegas dan Terarah

GATRABALI.COM, DENPASARGubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam menanggulangi rabies melalui pendekatan hukum dan tindakan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, dalam upaya memperkuat sinergi antar pihak untuk mengeliminasi rabies di Pulau Dewata.

Ketua PDHI Bali, drh. I Dewa Made Anom, memaparkan bahwa ancaman rabies masih tinggi, terutama dengan 12 kasus suspect rabies pada manusia dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu tantangan terbesar adalah pengendalian populasi anjing liar, yang sering mendapat penolakan di lapangan karena kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi keliru di media sosial.

Baca Juga  Dua Nyawa WNA Melayang Akibat Pohon Tumbang di Monkey Forest

“Kami menemukan kendala berupa kampanye anti-penertiban yang tidak memiliki dasar hukum jelas. Padahal, penanganan ini penting untuk mencegah penyebaran rabies,” ujar drh. Anom.

PDHI meminta agar pemerintah menggandeng pihak-pihak terkait, seperti Satpol PP, akademisi, dan lembaga sosial, dalam pelaksanaan program berbasis kesejahteraan hewan yang terukur dan beretika.

Gubernur Koster menyatakan bahwa seluruh langkah pengendalian sudah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah. Ia meminta agar pelaksanaan di lapangan tidak gentar terhadap tekanan opini yang tidak berdasar.

Baca Juga  Langkah Cepat Atasi Banjir, Gubernur Koster dapat Dukungan Menko Airlangga untuk Percepatan Pembangunan

“Kita bertindak berdasarkan hukum. Jangan ragu atau takut hanya karena tekanan dari luar yang tidak relevan. Kalau ada yang menghalangi, serahkan pada aparat,” ujar Koster tegas.

Untuk menegaskan pendekatan yang manusiawi, Gubernur memerintahkan penyiapan fasilitas penampungan bagi anjing liar. Tujuannya adalah untuk menekan risiko penularan rabies tanpa harus menggunakan metode pemusnahan.

“Penanganan bukan berarti membunuh. Tapi juga tidak bisa dibiarkan. Kita siapkan penampungan, kelola dengan baik, dan lakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Jasad Pria Ditemukan Tergantung di Bawah Pohon di Areal Lahan Kosong

Ia juga mengarahkan pelibatan TNI dan Polri agar pengendalian rabies berlangsung lebih terstruktur dan aman, terutama mengingat dampaknya pada kesehatan masyarakat dan citra Bali secara global.

Selain itu, Gubernur mendorong penguatan Tim Siaga Rabies di seluruh desa, yang bertugas mendeteksi dini dan menangani kasus di lapangan secara langsung.

“Jangan ada lagi pendekatan setengah-setengah. Semua harus solid, disiplin, dan bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku. Ini demi keselamatan masyarakat Bali,” tutupnya.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments