GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah daerah menuntaskan penataan trotoar di sekitar Lapangan Dauh Waru. Area pejalan kaki yang sebelumnya dipadati pedagang kaki lima (PKL) kini kembali lapang dan tertib setelah para pedagang direlokasi ke sentra baru bernama Beten Ancak.
Relokasi dilakukan ke lahan di seberang lapangan yang disiapkan melalui skema pinjam pakai aset milik Kementerian Keuangan dan difasilitasi bersama Pemerintah Provinsi Bali. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat kuliner dan usaha mikro yang lebih tertata, dengan kapasitas hingga 56 lapak. Saat ini, 46 pedagang telah menempati lokasi baru.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menyatakan penataan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara ketertiban ruang publik dan keberlanjutan usaha masyarakat. Pemerintah memastikan lokasi relokasi tetap strategis agar roda ekonomi PKL tetap berputar.
“Dengan trotoar yang kembali bersih dan fungsi ruang publik yang pulih, warga kini dapat beraktivitas di kawasan lapangan dengan lebih nyaman,” ujar Wabup Ipat.
Di sisi lain, pengunjung tetap bisa menikmati ragam kuliner di sentra Beten Ancak yang letaknya mudah dijangkau dari pusat keramaian.(ism/gb)





