GATRABALI.COM, DENPASAR – Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, mengadakan pertemuan dengan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, pada Minggu, 4 Agustus 2024.
Pertemuan ini fokus membahas insiden jatuhnya helikopter di Pecatu yang diduga disebabkan oleh tali layang-layang serta langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Mahendra Jaya menekankan pentingnya menjaga keselamatan penerbangan tanpa mengabaikan budaya layang-layang yang merupakan bagian integral dari budaya Bali. Ia mengusulkan agar helikopter wisata dan aktivitas layang-layang dapat berjalan secara bersamaan dengan pengawasan ketat terhadap area bermain layang-layang, khususnya di rute-rute helikopter.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Layang-Layang. Satgas ini melibatkan berbagai instansi seperti Satpol PP Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Bali, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bali. Tugas utama Satgas adalah mensosialisasikan peraturan penerbangan layang-layang kepada masyarakat dan melakukan penertiban terhadap layang-layang yang terbang di zona larangan atau pada ketinggian yang berpotensi membahayakan penerbangan.
“Kita perlu memperkuat sinergi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Sosialisasi peraturan dan akibat pelanggaran harus dilakukan dengan tegas. Penerbangan helikopter dan permainan layang-layang dapat berjalan beriringan jika aturan ditegakkan secara konsisten,” ujar Mahendra Jaya.
Soerjanto Tjahjono menyatakan bahwa insiden jatuhnya helikopter tersebut mendapat perhatian serius dari KNKT, baik di tingkat nasional maupun internasional. KNKT berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, dan menekankan pentingnya sosialisasi aturan penerbangan layang-layang di zona rawan, terutama dekat bandara.
“Semua pemangku kepentingan harus terlibat dalam sosialisasi aturan dan evaluasi operator penerbangan. Peraturan daerah yang ada harus diterapkan secara efektif untuk memastikan keselamatan penerbangan dan keberlangsungan budaya layang-layang,” kata Soerjanto.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono; Direktur Navigasi Penerbangan, Syamsu Rizal; Direktur Angkutan Udara, Putu Eka Cahyadi; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta; Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi; serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali. (gus/gb)