GATRABALI.COM, BULELENG – Desa Adat Buleleng kembali menghadirkan Pengerupukan Festival sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Hari Raya Nyepi.
Memasuki pelaksanaan tahun kedua, festival ogoh-ogoh ini tidak lagi dikemas dalam bentuk perlombaan, melainkan parade yang menonjolkan kreativitas dan kebersamaan para yowana.
Pelaksanaan Pengerupukan Festival II mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kepala Dinas Pariwisata, Gede Dody Suksma Oktiva Aksara, menilai kegiatan tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda pariwisata berskala nasional, termasuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Festival ini berpotensi masuk dalam agenda KEN. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya festival tersebut minimal sudah digelar sebanyak tiga kali,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Gede Dody Suksma Oktiva Aksara dikonfirmasi terpisah, Jumat, (23/1/2026) usai rapat dengan para yowana Desa Adat Buleleleng beberapa waktu lalu.
Menurutnya, perubahan konsep dari lomba menjadi parade memberikan nilai tambah tersendiri karena membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi generasi muda. Selain melestarikan tradisi pengerupukan, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat identitas budaya Buleleng melalui pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Kelian Desa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa Pengerupukan Festival II sepenuhnya digerakkan oleh yowana Desa Adat Buleleng. Keterlibatan tersebut mencakup peran sebagai peserta parade sekaligus panitia pelaksana.
“Tahun ini kami adakan parade ogoh-ogoh dengan branding yang sama, yakni Pengerupukan Festival II. Kami membebaskan yowana untuk berekspresi. Bahkan ogoh-ogoh anak-anak juga diperbolehkan ikut parade. Setiap banjar adat akan menampilkan maksimal lima ogoh-ogoh yang menjadi tanggung jawab masing-masing banjar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep parade dipilih berdasarkan kesepakatan bersama yowana agar festival lebih menekankan nilai kebersamaan di antara yowana dari 14 banjar adat. Dengan demikian, pelaksanaan pengerupukan tidak dibebani nuansa kompetisi, melainkan menjadi wadah silaturahmi dan kreativitas bersama.
Lebih lanjut, Kelian Desa Adat Buleleng yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng itu berharap Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng dapat terus berkelanjutan dan memenuhi persyaratan sebagai agenda Karisma Event Nusantara. Sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, akan terus diperkuat untuk mewujudkan hal tersebut.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Pada Pengerupukan Festival pertama, kegiatan ini disaksikan langsung oleh Ibu Wakil Menteri Luh Puspa. Kami berharap tahun ini beliau bisa hadir kembali, dan ke depannya festival ini dapat masuk dalam agenda KEN,” pungkasnya.(adv/gb)





