spot_img
spot_img
BerandaBaliRTH Taman Bung Karno Terus Dihidupkan sebagai Ruang Apresiasi Seni di Buleleng

RTH Taman Bung Karno Terus Dihidupkan sebagai Ruang Apresiasi Seni di Buleleng

GATRABALI.COMBULELENG – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno kembali dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas seni budaya di Kabupaten Buleleng. Memasuki tahun 2026, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng memastikan panggung seni di ruang publik tersebut tetap terbuka bagi para seniman untuk tampil secara rutin setiap akhir pekan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, Rabu (21/1/2026), mengungkapkan bahwa pementasan seni di RTH Taman Bung Karno telah berjalan hampir empat tahun sejak pertama kali diluncurkan pada Mei 2022, bertepatan dengan peresmian kawasan tersebut. Sejak awal, konsep yang diusung adalah memberi ruang seluas-luasnya bagi seniman lokal untuk berekspresi.

“Sejak awal, kami bersama Dinas Lingkungan Hidup mengundang sekaa (kelompok), sanggar, dan komunitas seni di seluruh Buleleng untuk tampil setiap akhir pekan. Tujuannya sederhana, menyediakan ruang, waktu, dan panggung bagi seniman untuk mengekspresikan karya mereka,” jelasnya.

Baca Juga  Ribuan Krama Terlibat Karya Agung di Sibanggede, Wabup Bagus Alit Sucipta Berikan Dukungan Penuh

Menurut Wisandika, banyak sanggar merasakan manfaat besar dari keberadaan panggung terbuka ini. Tidak sedikit kelompok seni yang sebelumnya hanya tampil di lingkungan terbatas, kini berkesempatan memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.

“Testimoni para seniman sangat luar biasa. Mereka merasa bangga dan bahagia karena bisa tampil di ruang publik dengan penonton yang begitu antusias. Ini juga melatih mental dan kepercayaan diri mereka,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Disbud Buleleng membuka pendaftaran pementasan secara terbuka tanpa seleksi khusus. Sanggar dan komunitas seni dapat mendaftar melalui formulir daring maupun dengan bersurat langsung ke Dinas Kebudayaan. Penjadwalan dilakukan secara fleksibel agar semua kelompok mendapatkan kesempatan tampil.

Baca Juga  DBFW 2025 Tunjukkan Kekuatan Kreatif Bali, Produk Lokal dan Budaya Makin Mendapat Panggung

“Kami tidak melakukan seleksi. Siapa pun yang siap tampil kami fasilitasi. Kalau jadwal berbenturan, bisa kami barungkan. Prinsipnya, semua mendapat kesempatan,” tegasnya.

Dinas Kebudayaan juga menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung pementasan, mulai dari panggung, karpet, tata suara, hingga fasilitas gamelan bagi sanggar yang membutuhkan. Bahkan, dukungan pengiring disiapkan melalui Sekaa Gong Praja Gurnita bagi kelompok yang belum memiliki penabuh.

Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian seni tradisional, kegiatan ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Setiap akhir pekan, keramaian penonton berdampak langsung pada peningkatan aktivitas pedagang dan pemanfaatan area parkir di sekitar RTH Taman Bung Karno.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini tidak hanya tentang seni, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Baca Juga  Disbud Buleleng Ajak Generasi Muda Pahami Tradisi, Budaya dan Sejarah Melalui Program 'Uning Ten Ton'

Ragam pertunjukan yang ditampilkan pun bervariasi, mulai dari tari tradisional, tabuh, wayang, hingga kolaborasi lintas sanggar. Sebagai bentuk apresiasi, setiap kelompok yang tampil menerima piagam penghargaan dari pemerintah daerah.

Untuk tahun 2026, pementasan seni umumnya digelar setiap Sabtu malam mulai pukul 19.00 Wita dengan durasi minimal satu setengah jam per sanggar, kecuali pada hari-hari besar keagamaan tertentu.

Melalui program ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng mengajak seluruh pelaku seni untuk terus memanfaatkan ruang publik sebagai panggung bersama dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisional daerah.

“Silakan mendaftar dan tampil. RTH Taman Bung Karno adalah milik bersama, panggung bersama untuk seni Buleleng,” pungkas Wisandika.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments