spot_img
BerandaBaliPenilaian Statistik Dimulai 27 April, Kominfosanti Buleleng Matangkan Persiapan EPSS 2026

Penilaian Statistik Dimulai 27 April, Kominfosanti Buleleng Matangkan Persiapan EPSS 2026

GATRABALI.COMBULELENG – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng mengikuti kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring, Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Buleleng Command Center (BCC) dan diikuti langsung oleh Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta, S.Kom., M.A.P., bersama jajaran, termasuk Kabid Persandian dan Statistik Komang Ery Marta.

Pelaksanaan EPSS 2026 secara resmi dibuka oleh Kasubdit Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Rocky Gunung Hasudungan.

Baca Juga  Dorong Budaya Digital Aman, Dinas Kominfosanti Buleleng Latih Anggota DWP Soal Keamanan Siber

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa penyelenggaraan statistik sektoral yang berkualitas menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Rocky menjelaskan, penyediaan data statistik pemerintah yang berkualitas mencakup lima unsur utama, yakni pembinaan statistik sektoral berdasarkan hasil EPSS, peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, penyediaan statistik pemerintahan yang berkualitas, serta EPSS dan Indeks Pembangunan Statistik beserta rekomendasinya.

“Pelaksanaan EPSS 2026 mengacu pada Peraturan BPS Nomor 3 Tahun 2022. Tahapannya meliputi penilaian mandiri, penilaian dokumen, intervensi, visitasi, hingga pleno,” jelasnya.

Baca Juga  Perkuat Keamanan Digital, Dinas Kominfosanti Buleleng Siapkan Tim CSIRT

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa batas akhir unggah Surat Keputusan (SK) Tim Penilai Internal (TPI) ditetapkan pada 26 April 2026. Adapun tahap penilaian mandiri akan dimulai pada 27 April hingga 31 Mei 2026.

Menurutnya, EPSS 2026 juga menjadi momentum penting dalam memperluas cakupan informasi statistik, khususnya dalam memotret perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif.

Terdapat delapan aspek disrupsi yang menjadi fokus penilaian, di antaranya perubahan pola konsumsi, dampak pandemi Covid-19, urbanisasi dan demografi, perkembangan teknologi digital, metode transaksi keuangan, ekonomi gig dan pasar kerja, ekonomi lingkungan, serta pengaruh ekonomi global.

Baca Juga  Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Sutjidra Ajak Warga Lakukan Langkah Nyata untuk Iklim

Di akhir kegiatan, Kasubdit Rocky juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi melalui metode yang mudah, baik melalui email resmi dari BPS maupun kunjungan langsung petugas, dengan jaminan kerahasiaan data.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments