spot_img
spot_img
BerandaBaliPeringatan Harganas di Bali, Sampaikan Pesan Pentingnya Bangun Keluarga Tangguh dan Berkualitas

Peringatan Harganas di Bali, Sampaikan Pesan Pentingnya Bangun Keluarga Tangguh dan Berkualitas

GATRABALI.COM, DENPASAR – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Bali dipusatkan di Pelataran Barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Kota Denpasar, Bali.

Melalui peringatan Harganas kali ini diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanamkan nilai kekeluargaan dan membangun keluarga yang tangguh.

Kepala Perwakilan BKKBN Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengatakan tema Harganas tahun ini yakni Dari Keluarga untuk Indonesia Maju. Tema itu menegaskan bahwa keluarga sebagai pondasi utama yang menopang pembangunan berkelanjutan.

“Pesan utama yang disampaikan pada peringatan tahun ini adalah urgensi membangun keluarga yang tangguh demi melahirkan generasi sehat, cerdas, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Sukardiasih disela-sela peringatan Harganas ke-32 tersebut, pada Jumat, 11 Juli 2025 itu.

Beragam kegiatan edukasi, pelayanan KB dan kampanye sosial dilaksanakan mengawali rangkaian Harganas ke-32. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran penting orang tua dalam pembentukan karakter anak.

Sukardiasih menambahkan, peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanamkan nilai kekeluargaan. Selain itu menjadi sarana evaluasi terhadap kontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga  Badung Siaga Darurat Banjir, Sekda Surya Suamba Koordinasikan Langkah Pemulihan

“Hari Keluarga Nasional 2025 menjadi ajakan bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pusat kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan,” ujar wanita yang biasa disapa dr. Luhde ini.

Perencanaan keluarga, lanjut dia, masih menjadi poin terpenting untuk menciptakan keluarga berkualitas yang tentunya harus dengan perencanaan yang matang.

“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengintervensi sesuai dengan siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia. Yang diinginkan adalah bagaimana menciptakan keluarga berkualitas,” ucapnya.

Menurut Sukardiasih, menikah harus siap berinteraksi dengan siapa saja karena menikah bukan hanya urusan berdua saja, tetapi menikahkan dua keluarga besar bagaimana berkomunikasi yang baik dan saling menghormati.

Ia pun menyampaikan sejumlah program yang difasilitasi sesuai dengan jenjang atau siklus kehidupan diantarnya berupa Generasi Berencana (GenRe) dan Bina Keluarga Remaja yang menyasar untuk remaja untuk diintervensi, diedukasi dan difasilitasi dengan penyuluhan.

Selain itu ada Sekolah Lansia, yang di dalamnya berisi materi dari psikolog bagaimana menghindari konflik mertua dengan menantu, sehingga bisa saling memahami dan saling menerima.

Baca Juga  Kota Denpasar Raih Kejar Awards 2025, Bukti Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan

“Dengan demikian, lansia tidak depresi di rumah, mereka bisa tetap sehat. Kalau lansia sakit, nanti siapa yang mengurus, yang tentunya akan berpengaruh pada siklus kehidupan,” ujarnya.

Ditegaskan, pihaknya tidak ada lagi jargon dua anak laki perempuan sama saja, tetapi menginginkan bagaimana mewujudkan keluarga berkualitas dengan perencanaan yang bagus.

Terkait kegiatan peringatan Harganas ke-32 diawali jalan santai melibatkan pegawai Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bali, OPD KB Kabupaten/Kota se-Bali, hingga Sekolah Lansia.

Peringatan Harganas makin meriah dengan taburan berbagai hadiah menarik untuk para peserta jalan santai yang beruntung. OPD KB Kabupaten/Kota juga diberikan penghargaan atas partisipasi aktifnya dalam menyukseskan program Kemendukbangga/BKKBN.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali diwakili Luh Ayu Aryani, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, menyebut pentingnya perencanaan.

Bagi calon pengantin Bali beragama Hindu, ia berpesan agar mengikuti skrining kesehatan dan melaporkan diri ke bendesa adat untuk mengetahui hak dan kewajiban sebelum menikah. Bagi non Hindu, tentu menyesuaikan dengan sistem layanan masing-masing.

Baca Juga  Sekda Bali Hadiri Puncak Peringatan Harganas Tingkat Provinsi Bali ke-31

“Intinya kami tidak pernah melarang orang menikah apalagi sudah masuk usia ideal, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Itu minimal ya. Tetapi pesan kami matangkan perencanaan biar tidak menyesal nantinya,” tuturnya.

Untuk realisasi peningkatan kualitas keluarga, Pemprov Bali diawah Pemerintahan Gubernur Koster-Giri Prasta bersama pemangku kepentingan terkait, telah menelurkan berbagai kebijakan strategis, salah satunya Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Menurut dia, ini adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat sektor pendidikannya. Tentunya, hasil dari program ini tidak bisa langsung dirasakan dalam waktu singkat karena semua butuh proses.

“Mari semua komponen menyukseskan Indonesia Emas 2045. Hal paling mendasar untuk sampai di titik itu, tentu dimulai dari keluarga,” ujar Aryani.

Puncak Harganas Tingkat Provinsi Bali juga dihadiri Komisi IV DPRD Bali, Koalisi Kependudukan, Darma Wanita Persatuan, Kepala BNN, Duta GenRe, Perwakilan TP PKK, Kakanwil DJPB dan undangan lainnya.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments