spot_img
spot_img
BerandaBaliPerpustakaan Mahima Resmi Dibuka, Wabup Supriatna Ajak Generasi Muda Hidupkan Sastra Buleleng

Perpustakaan Mahima Resmi Dibuka, Wabup Supriatna Ajak Generasi Muda Hidupkan Sastra Buleleng

GATRABALI.COM, BULELENG – Kehadiran Perpustakaan Mahima menjadi angin segar bagi perkembangan literasi di Kabupaten Buleleng.

Perpustakaan ini diresmikan oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Selasa, 31 Maret 2026, disambut antusias pelajar, mahasiswa, dan komunitas literasi.

Dalam sambutannya, Supriatna menegaskan pentingnya menjaga eksistensi sastra sebagai bagian dari identitas budaya Buleleng. Ia mengapresiasi peran Komunitas Mahima yang dinilai konsisten menghidupkan kegiatan literasi sejak lama.

“Sastra di Buleleng jangan sampai redup. Kehadiran Mahima sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan tradisi literasi kita,” tegasnya.

Baca Juga  Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jadi Sorotan dalam Pertemuan Putri Koster dan HMI Denpasar

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan perpustakaan ini sebagai ruang kreatif, tidak hanya untuk membaca, tetapi juga berdiskusi dan berkarya. Menurutnya, budaya literasi harus terus ditumbuhkan agar mampu melahirkan generasi yang kritis dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Supriatna menyoroti perlunya keseimbangan dalam pengembangan seni budaya di Bali. Ia berharap sastra mendapat ruang yang lebih luas, sejajar dengan seni pertunjukan lainnya.

“Jangan hanya fokus pada seni tertentu. Sastra juga perlu ruang tampil, misalnya melalui kegiatan baca puisi atau diskusi budaya,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Padang Keling Sambut Gembira Peresmian Jalan, Wabup Supriatna Ajak Jaga Fasilitas Bersama

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga budaya seperti Gedong Kirtya untuk menjaga keberlanjutan literasi berbasis kearifan lokal.

Ketua Yayasan Mahima Singaraja, Kadek Sonia Piscayanti, menyampaikan bahwa perpustakaan ini merupakan wujud komitmen komunitas dalam membangun ekosistem literasi di Buleleng.

“Ini adalah ruang bersama. Kami ingin menjadikan Singaraja sebagai kota literasi dan pusat pengembangan sastra di Bali,” katanya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra: Optimalkan Penyaluran Kredit untuk Sektor Pertanian

Mahima sendiri telah mengembangkan berbagai kegiatan kreatif, mulai dari teater, film, hingga jurnalisme warga. Dengan hadirnya perpustakaan ini, diharapkan aktivitas literasi semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan.

Peresmian juga diisi dengan diskusi interaktif yang dipandu Made Adnyana Ole bersama sejumlah pemangku kebijakan daerah.

Ke depan, Perpustakaan Mahima diharapkan menjadi ruang inklusif yang mampu memperkuat budaya literasi sekaligus mengukuhkan Buleleng sebagai salah satu pusat sastra di Bali.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments