GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB. Surya Suamba dan jajaran pimpinan perangkat daerah melaksanakan persembahyangan Pujawali Pedudusan Alit di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa, 9 Desember 2025, bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.
Kehadiran Bupati Badung dalam rangkaian pujawali tersebut turut didampingi Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Penglingsir Puri Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, para pengemong Desa Adat Pecatu, serta ratusan krama pemedek yang dengan khusyuk mengikuti jalannya upacara.
Dalam kesempatan itu, Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa persembahyangan yang dilaksanakan bersama jajaran pemerintah daerah merupakan wujud bhakti dan ungkapan rasa syukur, sekaligus memohon tuntunan spiritual agar pemerintahan di Kabupaten Badung dapat berjalan dengan baik dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Ida Bhatara yang melinggih di Pura Luhur Uluwatu agar senantiasa memberikan keselamatan, kesejahteraan, serta kekuatan bagi masyarakat Badung dan Bali. Doa ini juga kami persembahkan agar daerah kita dijauhkan dari berbagai bencana,” ungkapnya.
Bupati Adi Arnawa juga berharap agar geliat pariwisata Bali, khususnya di kawasan Badung, terus tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan manfaat luas bagi perekonomian masyarakat.
Restu dan doa dari para leluhur, menurutnya, menjadi energi spiritual yang penting bagi jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan tugas pengabdian.
Sementara itu, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, menjelaskan bahwa Pujawali di Pura Luhur Uluwatu digelar rutin setiap enam bulan.
Pada pujawali kali ini, upacara diselenggarakan dalam rangkaian Pedudusan Alit, sedangkan Pedudusan Agung direncanakan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Ia menambahkan, rangkaian upacara diawali dengan pratima Ida Bhatara memargi lebih awal, dilanjutkan prosesi mesuci ke Pura Beji yang baru.
Pura Beji tersebut merupakan fasilitas penunjang yang dibangun dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung dan telah menjalani upacara melaspas enam bulan lalu.
“Pelaksanaan mesuci kali ini menjadi yang pertama di Pura Beji yang baru, sebagai bagian dari penyempurnaan sarana upacara di Pura Luhur Uluwatu,” ujarnya.
Setelah itu, rangkaian pujawali dilanjutkan di utama mandala Pura Luhur Uluwatu dan dirangkaikan dengan upacara Mulang Pekelem di tengah laut melalui akses seawall.
Pujawali dijadwalkan berlangsung hingga nyineb pada 12 Desember, dengan tetap menerapkan sistem kartu bagi umat guna menjaga ketertiban dan kenyamanan pemedek.(ri/gb)





