GATRABALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit, Medasar Tawur Wraspati Kalpa sekaligus menandatangani prasasti Pura Batan Ancak di Banjar Aseman Kawan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Rabu, 30 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk memberikan bantuan dana hibah aci sebesar Rp 700 juta. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian karya suci di Pura Batan Ancak.
Puncak karya yang bertepatan dengan Buda Kliwon Ugu itu dipuput oleh Ida Pedanda Siwa dan Ida Pedanda Buda.
Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kebersamaan krama pemaksan Pura Batan Ancak yang berasal dari Banjar Aseman Kawan dan Banjar Aseman Kangin. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya di Kabupaten Badung.
“Pelaksanaan karya utama ini merupakan bentuk sradha dan bhakti kita bersama. Saya sangat mengapresiasi kebersamaan dan rasa kekeluargaan krama pemaksan yang terus terjaga dengan baik. Semangat segilik seguluk, ini harus terus dirawat sebagai landasan utama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkab Badung akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui dukungan terhadap pembangunan sarana keagamaan maupun infrastruktur pendukung. Upaya tersebut dilakukan untuk menunjang kenyamanan dan kesejahteraan krama.
Ketua Panitia Karya I Ketut Mustika turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan bantuan yang diberikan Pemkab Badung. Ia menyebut Pura Batan Ancak saat ini diempon oleh 193 KK yang berasal dari Banjar Aseman Kawan dan Banjar Aseman Kangin.
“Dukungan serta bantuan hibah dari Bapak Bupati sangat berarti bagi krama pemaksan dalam menyukseskan seluruh tahapan karya suci ini agar berjalan labda karya dan sida paripurna,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Sandra dan I Gede Suraharja, Camat Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng, Bendesa Adat Padonan dan Tandeg, serta tokoh masyarakat dan krama pemaksan setempat.(nov/gatrabali)


