GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Balai Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Minggu, 28 Juni 2026, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Peresmian tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Piodalan Mejaba Jero di Pura Melanting dan Pura Dalem Sukun yang berada di lingkungan banjar.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Badung I Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, perbekel dan bendesa adat Sangeh, prajuru adat dan dinas, serta krama Banjar Muluk Babi.
Dalam rangkaian acara, Bupati bersama masyarakat turut melaksanakan persembahyangan bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dan kerahayuan bagi masyarakat Badung.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan Balai Banjar Muluk Babi beserta fasilitas pura yang berada di kawasan tersebut. Ia menilai kualitas bangunan yang dibangun melalui dukungan hibah pemerintah daerah senilai Rp7,5 miliar pada anggaran induk 2025 sudah sangat baik dan layak menjadi contoh bagi pembangunan fasilitas publik di tingkat desa.
“Melihat dari bangunan balai banjar dan bangunan pura dengan hibah Rp 7,5 miliar di anggaran induk 2025, tiang tidak ragu kalau memang kualitasnya sangat luar biasa. Ini perlu menjadi contoh ke depan agar bangunan fisik di masyarakat berkualitas,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk rencana pelaksanaan karya ngenteg linggih di Pura Dalem Sukun yang diharapkan dapat berjalan dengan baik ke depan.
Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga kembali menegaskan sejumlah program prioritas Pemkab Badung, seperti bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta, pendidikan gratis untuk siswa SMA negeri dan swasta, serta program Beasiswa “Nak Badung” yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu hingga menyelesaikan pendidikan sarjana.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat Banjar Muluk Babi untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpegang pada nilai sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka.
Sementara itu, Prawartaka Karya I Made Nengah Wija menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Badung yang dinilai berperan besar dalam proses pembangunan balai banjar dan pura hingga dapat terealisasi dengan baik.
“Kami atas nama krama banjar matur suksma kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Badung telah banyak membantu dan menuntaskan pembangunan balai banjar dan pura kami,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, khususnya dalam pelaksanaan upacara keagamaan berikutnya di lingkungan Banjar Muluk Babi.(nov/gb)





